Clara atawa Wanita yang Diperkosa

CLARA atawa Wanita yang Diperkosa

oleh Seno Gumira Ajidarma

 
Barangkali aku seorang anjing. Barangkali aku seorang babi*) – tapi aku memakai seragam. Kau tidak akan pernah tahu siapa diriku sebenarnya.

Di hadapanku duduk wanita itu. Rambutnya dicat merah. Coklat sebetulnya. Tapi orang-orang menyebutnya merah. Padahal merah punya arti lain bagiku. Sudah bertahun-tahun aku dicekoki pikiran bahwa orang-orang merah adalah orang-orang yang berbahaya.

Jadi, aku tidak perlu percaya kepada wanita ini, yang rambutnya sengaja dicat merah. Barangkali isi kepalanya juga merah. Barangkali hatinya juga merah. Siapa tahu? Aku tidak perlu percaya kepada kata- kata wanita ini, meski ceritanya sendiri dengan jujur kuakui lumayan mengharukan.

Dia bercerita dengan bahasa yang tidak mungkin dimengerti. Bukan karena bahasa Indonesianya kurang bagus, karena bahasa itu sangat dikuasainya, tapi karena apa yang dialami dan dirasakannya seolah- olah tidak terkalimatkan. Wajahnya yang cantik sarat dengan luka batin yang tak terbayangkan. Aku hampir-hampir terharu bahkan sebelum dia bercerita. Tidak pernah bisa kubayangkan bahwa manusia bisa mengalami beban penderitaan seberat itu justru karena dia lahir sebagai manusia. Ceritanya terpatah-patah. Kalimatnya tidak nyambung.

Kata-kata bertebaran tak terangkai sehingga aku harus menyambung-nyambungnya sendiri. Beban penderitaan macam apakah yang bisa dialami manusia sehingga membuatnya tak mampu berkata-kata?

Maka cerita yang akan kau dengar ini bukanlah kalimatnya melainkan kalimatku. Sudah bertahun-tahun aku bertugas sebagai pembuat laporan dan hampir semua laporan itu tidak pernah sama dengan kenyataan. Aku sudah menjadi sangat ahli menyulap kenyataan yang pahit menjadi menyenangkan, dan sebaliknya perbuatan yang sebetulnya patriotik menjadi subversif — pokoknya selalu disesuaikan dengan kebutuhan.

Maka, kalau cuma menyambung kalimat yang terputus-putus karena penderitaan, bagiku sungguh pekerjaan yang ringan.

***

Api sudah berkobar di mana-mana ketika mobil BMW saya melaju di jalan tol. Saya menerima telepon dari rumah. ”Jangan pulang,” kata Mama. Dia bilang kompleks perumahan sudah dikepung, rumah-rumah tetangga sudah dijarah dan dibakar. Papa, Mama, Monica, dan Sinta, adik-adikku, terjebak di dalam rumah dan tidak bisa ke mana-mana. ”Jangan pulang, selamatkan diri kamu, pergilah langsung ke Cengkareng, terbang ke Singapore atau Hong Kong. Pokoknya ada tiket. Kamu selalu bawa paspor kan? Tinggalkan mobilnya di tempat parkir. Kalau terpaksa ke Sydney tidak apa-apa. Pokoknya selamat. Di sana kan ada Oom dan Tante,” kata Mama lagi.

Saya memang sering ke luar negeri belakangan ini. Pontang-panting mengurusi perusahaan Papa yang nyaris bangkrut karena utangnya dalam dolar tiba-tiba jadi bengkak. Saya ngotot untuk tidak mem-PHK para buruh. Selain kasihan, itu juga hanya akan menimbulkan kerusuhan. Papa marah-marah. ”Kita tidak punya uang untuk membayar buruh. Selain produksi sudah berhenti, yang beli pun kagak ada. Sekarang ini para buruh hidup dari subsidi perusahaan patungan kita di luar negeri. Mereka pun sudah mencak-mencak profitnya dicomot. Sampai kapan mereka sudi membayar orang-orang yang praktis sudah tidak bekerja?”

Saya masih ngotot. Jadi Papa putuskan sayalah yang harus mengusahakan supaya profit perusahaan patungan kami di Hong Kong, Beijing, dan Macao diperbesar. Tetesannya lumayan untuk menghidupi para buruh, meskipun produksi kami sudah berhenti. Itu sebabnya saya sering mondar-mandir ke luar negeri dan selalu ada paspor di tas saya.

Tapi, kenapa saya harus lari sekarang, sementara keluarga saya terjebak seperti tikus di rumahnya sendiri? Saya melaju lewat jalan tol supaya cepat sampai di rumah. Saya memang mendengar banyak kerusuhan belakangan ini. Demonstrasi mahasiswa dibilang huru-hara. Terus terang saya tidak tahu persis apa yang terjadi. Saya terlalu tenggelam dalam urusan bisnis. Koran cuma saya baca judul-judulnya. Itu pun maknanya tidak pernah jelas. Namun, setidaknya saya yakin pasti bukan mahasiswa yang membakar dan menjarah kompleks perumahan, perkotaan, dan mobil-mobil yang lewat. Bahkan bukan mahasiswa pun sebenarnya tidak ada urusan membakar-bakari rumah orang kalau tidak ada yang sengaja membakar-bakar.

Saya tancap gas. BMW melaju seperti terbang. Di kiri kanan jalan terlihat api menerangi malam. Jalan tol itu sepi, BMW terbang sampai 120 kilometer per jam. Hanya dalam sepuluh menit saya akan segera tiba di rumah. Tapi, di ujung itu saya lihat segerombolan orang. Sukar sekali menghentikan mobil. Apakah saya harus menabraknya? Pejalan kaki tidak dibenarkan berdiri di tengah jalan tol, tapi saya tidak ingin menabraknya. Saya menginjak rem, tidak langsung, karena mobil akan berguling-guling. Sedikit-sedikit saya mengerem, dan toh roda yang menggesek aspal semen itu tetap mengeluarkan bunyi Ciiiiiiitttt! Yang sering dianggap sebagai petanda betapa para pemilik mobil sangat jumawa.

Setelah berhenti, saya lihat ada sekitar 25 orang. Semuanya laki-laki.

”Buka jendela,” kata seseorang.

Saya buka jendela.

”Cina!” ”Cina!” Mereka berteriak seperti menemukan intan berlian.

Belum sempat berpikir, kaca depan BMW itu sudah hancur karena gebukan. Aduh, benarkah sebegitu bencinya orang-orang ini kepada Cina? Saya memang keturunan Cina, tapi apa salah saya dengan lahir sebagai Cina?

”Saya orang Indonesia,” kata saya dengan gemetar.

Braakk! Kap mobil digebuk. Seseorang menarik saya dengan kasar lewat jendela. Saya dilempar seperti karung dan terhempas di jalan tol.

”Sialan! Mata lu sipit begitu ngaku-ngaku orang Indonesia!” Pipi saya menempel di permukaan bergurat jalan tol. Saya melihat kaki-kaki lusuh dan berdaki yang mengenakan sandal jepit, sebagian tidak beralas kaki, hanya satu yang memakai sepatu. Kaki-kaki mereka berdaki dan penuh dengan lumpur yang sudah mengering.

”Berdiri!” Saya berdiri, hampir jatuh karena sepatu uleg saya yang tinggi. Saya melihat seseorang melongok ke dalam mobil. Membuka-buka laci dashboard, lantas mengambil tas saya. Isinya ditumpahkan ke jalan. Berjatuhanlah dompet, bedak, cermin, sikat alis, sikat bulu mata, lipstik, HP, dan bekas tiket bioskop yang saya pakai nonton bersama pacar saya kemarin. Dompetnya segera diambil, uangnya langsung dibagi-bagi setengah rebutan. Sejuta rupiah uang cash amblas dalam sekejap. Tidak apa-apa. Mobil masih bisa dikendarai dengan kaca pecah, dan saya tidak perlu uang cash. Di dalam dompet ada foto pacar saya. Orang yang mengambil dompet tadi mengeluarkan foto itu, lantas mendekati saya.

”Kamu pernah sama dia?”

Saya diam saja. Apa pun maksudnya saya tidak perlu menjawabnya.

Plak! Saya ditampar. Bibir saya perih. Barangkali pecah.

”Jawab! Pernah kan? Cina-cina kan tidak punya agama!” Saya tidak perlu menjawab.

Bug! Saya ditempeleng sampai jatuh.

Seseorang yang lain ikut melongok foto itu.

”Huh! Pacarnya orang Jawa!” Saya teringat pacar saya. Saya tidak pernah peduli dia Jawa atau Cina, saya cuma tahu cinta.

”Periksa! Masih perawan atau tidak dia!” Tangan saya secara refleks bergerak memegang rok span saya, tapi tangan saya tidak bisa bergerak. Ternyata sudah ada dua orang yang masing-masing memegangi tangan kanan dan tangan kiri saya. Terasa rok saya ditarik. Saya menyepak-nyepak. Lagi-lagi dua pasang tangan menangkap kedua kaki saya.

”Aaaahhh! Tolongngng!” Saya menjerit. Mulut saya dibungkam telapak kaki berdaki. Wajah orang yang menginjak mulut saya itu nampak dingin sekali. Berpuluh-puluh tangan menggerayangi dan meremas-remas tubuh saya.

”Diem lu Cina!” Rok saya sudah lolos….

***

Wanita itu menangis. Mestinya aku terharu. Mestinya. Setidaknya aku bisa terharu kalau membaca roman picisan yang dijual di pinggir jalan. Tapi, menjadi terharu tidak baik untuk seorang petugas seperti aku. Aku harus mencatat dengan rinci, objektif, deskriptif, masih ditambah mencari tahu jangan-jangan ada maksud lain di belakangnya. Aku tidak boleh langsung percaya, aku harus curiga, sibuk menduga kemungkinan, sibuk menjebak, memancing, dan membuatnya lelah supaya cepat mengaku apa maksudnya yang sebenarnya. Jangan terlalu cepat percaya kepada perasaan. Perasaan bisa menipu. Perasaan itu subjektif. Sedangkan aku bukan subjek di sini. Aku cuma alat. Aku cuma robot. Taik kucing dengan hati nurani. Aku hanya petugas yang membuat laporan, dan sebuah laporan harus sangat terinci bukan?

”Setelah celana dalam kamu dicopot, apa yang terjadi?”

Dia menangis lagi. Tapi masih bercerita dengan terputus-putus. Ternyata susah sekali menyambung-nyambung cerita wanita ini. Bukan hanya menangis. Kadang-kadang dia pingsan. Apa boleh buat, aku harus terus bertanya.

”Saya harus tahu apa yang terjadi setelah celana dalam dicopot, kalau kamu tidak bilang, apa yang harus saya tulis dalam laporan?”

***

Saya tidak tahu berapa lama saya pingsan. Waktu saya membuka mata, saya hanya melihat bintang-bintang. Di tengah semesta yang begini luas, siapa yang peduli kepada nasib saya? Saya masih terkapar di jalan tol. Angin malam yang basah bertiup membawa bau sangit. Saya menengok dan melihat BMW saya sudah terbakar. Rasanya baru sekarang saya melihat api dengan keindahan yang hanya mewakili bencana. Isi tas saya masih berantakan seperti semula. Saya melihat lampu HP saya berkedip-kedip cepat, tanda ada seseorang meninggalkan pesan.

Saya mau beranjak, tapi tiba-tiba selangkangan saya terasa sangat perih. Bagaikan ada tombak dihunjamkan di antara kedua paha saya. O, betapa pedihnya hati saya tidak bisa saya ungkapkan. Saya tidak punya kata-kata untuk itu. Saya tidak punya bahasa. Saya hanya tahu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk urusan bisnis. Kata orang, bahasa Cina sangat kaya dalam hal menggambarkan perasaan, tapi saya tidak bisa bahasa Cina sama sekali dari dialek manapun, kecuali yang ada hubungannya dengan harga-harga. Saya cuma seorang wanita Cina yang lahir di Jakarta dan sejak kecil tenggelam dalam urusan dagang. Saya bukan ahli bahasa, bukan pula penyair. Saya tidak tahu apakah di dalam kamus besar Bahasa Indonesia ada kata yang bisa mengungkapkan rasa sakit, rasa terhina, rasa pahit, dan rasa terlecehkan yang dialami seorang wanita yang diperkosa bergiliran oleh banyak orang –karena dia seorang wanita Cina. Sedangkan pacar saya saja begitu hati-hati bahkan hanya untuk mencium bibir saya. Selangkangan saya sakit, tapi saya tahu itu akan segera sembuh. Luka hati saya, apakah harus saya bawa sampai mati? Siapakah kiranya yang akan membela kami? Benarkah kami dilahirkan hanya untuk dibenci?

Saya tidak bisa bergerak sampai seorang ibu tua datang terbungkuk-bungkuk. Dia segera menutupi tubuh saya dengan kain.

”Maafkan anak-anak kami,” katanya, ”mereka memang benci dengan Cina.”

Saya tidak sempat memikirkan arti kalimat itu. Saya bungkus tubuh saya dengan kain, dan tertatih-tatih menuju tempat di mana isi tas saya berserakan. Saya ambil HP saya, dan saya dengar pesan Papa: ”Kalau kamu dengar pesan ini, mudah-mudahan kamu sudah sampai di Hong Kong, Sydney, atau paling tidak Singapore. Tabahkanlah hatimu Clara. Kedua adikmu, Monica dan Sinta, telah dilempar ke dalam api setelah diperkosa. Mama juga diperkosa, lantas bunuh diri, melompat dari lantai empat. Barangkali Papa akan menyusul juga. Papa tidak tahu apakah hidup ini masih berguna. Rasanya Papa ingin mati saja.”

***

Dia menangis lagi. Tanpa airmata. Kemudian pingsan. Kudiamkan saja dia tergeletak di kursi. Ia hanya mengenakan kain. Seorang ibu tua yang rumahnya berada di kampung di tepi jalan tol telah menolongnya. ”Dia terkapar telanjang di tepi jalan,” kata ibu tua itu. Aku sudah melaporkan soal ini kepada pimpinanku. Lewat telepon dia berteriak, ”Satu lagi! Hari ini banyak sekali perkara beginian.

Tahan dia di situ. Jangan sampai ada yang tahu. Terutama jangan sampai ketahuan wartawan dan LSM!” Pesuruh kantor membaukan PPO ke hidungnya. Matanya melek kembali.

”Jadi kamu mau bilang kamu itu diperkosa?”

Dia menatapku.

”Padahal kamu bilang tadi, kamu langsung pingsan setelah … apa itu … rok kamu dicopot?”

Dia menatapku dengan wajah tak percaya.

”Bagaimana bisa dibuktikan bahwa banyak orang memperkosa kamu?”

Kulihat di matanya suatu perasaan yang tidak mungkin dibahasakan. Bibirnya menganga. Memang pecah karena terpukul. Tapi itu bukan berarti wanita ini tidak menarik. Pastilah dia seorang wanita yang kaya. Mobilnya saja BMW. Seorang wanita eksekutif. Aku juga ingin kaya, tapi meskipun sudah memeras dan menerima sogokan di sana-sini, tetap begini-begini saja dan tidak pernah bisa kaya. Naik BMW saja aku belum pernah. Aku memang punya sentimen kepada orang-orang kaya –apalagi kalau dia Cina. Aku benci sekali. Yeah. Kainnya melorot, dan tampaklah bahunya yang putih….

”Jangan terlalu mudah menyebarkan isyu diperkosa. Perkosaan itu paling sulit dibuktikan. Salah-salah kamu dianggap menyebarkan fitnah.”

Di matanya kemarahan terpancar sekejap. Bahwa dia punya nyali untuk bercerita, memang menunjukkan dia wanita yang tegar.

”Saya mau pulang,” ia berdiri. Ia hanya mengenakan kain yang menggantung di bahu. Kain itu panjangnya tanggung, kakinya yang begitu putih dan mulus nampak telanjang.

”Kamu tidur saja di situ. Di luar masih rusuh, toko-toko dibakar, dan banyak perempuan Cina diperkosa.”

”Tidak, saya mau pulang.”

”Siapa mau mengantar kamu dalam kerusuhan begini. Apa kamu mau pulang jalan kaki seperti itu? Sedangkan pos polisi saja di mana-mana dibakar.”

Dia diam saja.

”Tidur di situ,” kutunjuk sebuah bangku panjang, ”besok pagi kamu boleh pulang.”

Kulihat dia melangkah ke sana. Dalam cahaya lampu, lekuk tubuhnya nampak menerawang. Dia sungguh-sungguh cantik dan menarik, meskipun rambutnya dicat warna merah. Rasanya aku juga ingin memperkosanya. Sudah kubilang tadi, barangkali aku seorang anjing, barangkali aku seorang babi — tapi aku mengenakan seragam. Kau tidak akan pernah tahu siapa diriku sebenarnya. Masalahnya: menurut ilmu hewan, katanya binatang pun tidak pernah memperkosa.

Tentu saja tentang yang satu ini tidak perlu kulaporkan kepada pimpinan. Hanya kepadamu aku bisa bercerita dengan jujur, tapi dengan catatan — semua ini rahasia. Jadi, jangan bilang-bilang.

 

Jakarta, 26 Juni 1998

*) Menggunakan istilah dari novel Saman, “aku seorang burung

About these ads

57 Tanggapan

  1. Terima kasih untuk cerita ini. Saya harap “terima kasih” dapat mengungkap ketergugahan, kesedihan, kepedihan, serta amarah dan sedikit miris yang hilang timbul saat saya membaca cerita ini. :)

  2. Mengerikan dan mengharukan. Sarang kontemplasi buat tanah air kita. Provisiat. Hidup SGA

  3. Kontemplatif dan Abstraktif.

  4. SGA sama kayanya petugas..menyulap fakta jadi fiksi..

  5. Gud to be read.
    Bisa jadi introspeksi diri untuk pembaca dan aparatur negara.

  6. Good, sebuah teropong untuk melihat sembari mengingat masa kelam kita. Sebuah diskripsi untuk menjadi pembelajaran kita dimasa depan. Semoga tidak terulang lagi kejadian seperti yang dinarasikan Seno. Bangsa kita sudah cukup dengan kebobrokan seperti itu.

  7. cerita dalam cerpen tersebut sangat menarik buat diperdebatkan lagi,jika ditinjau lebih jauh lagi ternyata bangsa indonesia pada era reformasi sangat membnci cina.Berdasarkan info yang saya terima ternyata bangsa cina pada saat itu dipelakukan dengan sangat istimewa oleh pemerintah.Dalam segala hal,berbeda dengan penduduk pribumi yang hanya dipandang sebelah mata…..Jadi,terkesan bahwa pemerintah pada saat itu pilih kasih.??????????????????…..jangan terlalupercaya…..ini hanya info burung yang saya dapet…

  8. Hebat…. betul-betul menggugah

  9. sssttttt ini rahasia jangan bilang ke siapa2

  10. kapan ya ada seniman besar yang mengangkat penderitaan korban kerusuhan Sampit? Penderitaan mereka tak kalah tragis, kalau tidak mau disebut lebih dahsat?

  11. hu…..
    mrinding aku denger”a..!!!
    pengen nangis…

  12. Sy jd terharu……..(~_~)
    memang sekolompok orang ada yg membenci ras Cina. menrut teman2 saya mereka membenci cina krena biasanya org cina curang dalam dlm berdgang. syangnya sekolompok org itu meyamakanratakan bhwa semua org cina itu curang.

    saya adl org madura dg ciri2 fisik sperti org cina, tp sy bukn ktrunan cina(itu anggapan sy skrg krn belum banyk tahu ttg silsila keluarga sy), ketika sy skolah d madrasah tmn2 banyak bertnya kpd sy “apa kamu org Cina?” tp untunglah mereka bertnya sprt itu krn merasa heran “kok ada orang madura sprti sy?’.

    alhamdulillah, di madura segala etnis penduduk bs hidup dg damai, bahkan terjadi perkawinan campuran sejak jaman kerjaan.

  13. COOOL….
    cerpen ini mengungkapkan tragedi yang terjadi pada komunitas china pada masa2 runyam.
    apa yang salah dengan mereka ?
    kenapa harus marah?
    bukankah perbedaan memunculkan keberagaman?
    lalu,,,
    bukankah mereka juga saudara kita?
    mereka juga sama seperti kita.
    adaakh yang salah dari mere3ka?

  14. pertama kali aku baca cerpen ini waktu aku SMA. dari buku iblis tak pernah mati, aku langsung baca judul ini krn judulnya sama dengan namaku. tapi begitu baca bukunya, waduh-waduh… ternyata kayak gini… sejak itulah saya jadi pecinta karya SGA yg ‘kelam’ tapi nyata…

  15. cina?halal dan wajib melayani.itu bukan perkosaan.hukum islam yang kalah harus dijarah dan wanitanya dijadikan budak
    halal ditiduri.sesuai dengan ayat kur’an.surat annisa

    • tolong jgn menfitnah ya…anda orang beragama kan?…klo islam kejam mungkin anda sdh pindah ke dunia lain ya…saya takutnya memprovokasi orang yg kurang ahlaknya ..fanatisme yg berlebihan seperti paus urbanus yg akhirnya menyebabkan perang salib…coba anda perbaiki diri anda dulu ..terapkan ajaran cinta kasih seperti agama anda ajarkan kpd keluarga anda dan anda sendiri, …peace…peace…..saya percaya di dunia ini cuma ada orang baik dan orang jahat terlepas dari ajaran agamnya..

    • woe,apaan tu bawa2 islam!yg bener lu klo ngomong!ISLAM bukan agama seperti itu!ISLAM mengajarkan untuk melindungi wanita!jangan sembarangan menafsirkan ayat2 suci Allah!
      nb: namanya Al-Qur’an, bukan “kur’an”

    • tapi bukan perkosaan kaya gitu caranya, nich caranya:

      an untuk masalah perbudakan, penjarahan setelah perang berfungsi untuk memulihkan ekonomi yang hancur karena perang.

      dan masalah pemerkosaan itu adalah fitnah, karena para tawanan wanita yang tertangkap tidak diperkosa, akan tetapi dinikahi dulu, baru disetubuhi. berarti ada upacara pernikahan, dan wanita tawanan tersebut melihat dan ikut dalam upacara pernikahan tersebut.

      dalam upacara pernikahan banyak orang hadir, para pemuka agama,pamong desa, lebai datang, penduduk desa datang, keluarga dan para orang tua datang.satu sama lain pengunjung upacara pernikahan mengobrol dan bersilaturahmi, mengucapkan selamat kepada mempelai, makan bersama.dan kedua mempelai juga melihat dan ikut meramaikan upacara pernikahan.

    • it’s definitely very touching…
      our history… yang seharusnya jadi pelajaran, bukan buat diperdebatin dan nyalahin agama…
      kita hidup hari ini karena gift dari tuhan..
      tidak ada yang bisa disalahkan….
      we learn today from this, in orther that not happen tomorrow…
      dan yang udah jadi victim, kita cuma bisa berdoa untuk nya…
      dan

  16. q ga benci orang cina atau apalah…q hanya orang jawa yang membenci kebiadaban, walaupun oleh sesama orang pribumi sendiri.

  17. Setiap membaca kembali tulisan2 SGA, saya selalu bisa merasakan ‘sesuatu’. Sensasi yg sama ketika membaca untuk yg pertama kali kalinya. Dan kali ini, setelah membaca “Clara” untuk yang entah keberapa kalinya, lagi2 saya bergidik!

    Semoga kemanusiaan tak lagi mati..

  18. mengapa seolah ku merenungi nasibku???
    namanya yang sama dgn nama ku.
    Setiap kali membaca yang dialaminya, mengapa ku bereaksi serupa?

  19. like this . sampai tergugu dan bergetar membacanya .
    seakan kepedihan clara benar2 terjadi pada ku .
    hmm..
    lalu , sebenarnya apa yg SGA maksud dari cerpen ini ?
    adakah simbol2 tersembunyi ?

  20. kejadian itu sdh mnjadi rahasia umum..bukan salah mereka,bukan pula salah orang cina..
    tapi adalah salah si Bento biang kladinya..
    dia lah yang memicu konflik horizontal antara etnis cina dgn pribumi..
    yg di katakan sdr. Andi merupakan isu yg sangat masuk akal dan benar..

    coba anda renungkan pd si tokoh “markus” saat ini,.

  21. cina bangsat..perkosa aje..manteb

  22. sungguh mengharukan n menyedihkan kisah si cina ini. dari sini kita bisa melihat betapa bencinya dan kejamnya bangsa pribumi terhadap orang-oarng cina. saya mengetahui cerita ini dari dosen saya. terimakasih bu

    waduhhh kenapa keji sekali ya orang pribumi ini? apa karena rasa benci yang sangat mendalam???

  23. reviewnya mana….. tolong di review dong….

    • Assalamualaikum wr wb

      Ramai orang mengkaji sejarah dan hanya menerima pendapat Ibnu Taimiyah sekadar dari bacaan kitabnya saja tanpa merangkumkan fakta sejarah dan kebenaran dengan tulus dan ikhlas.
      Dari sebab itu mereka (seperti Wahabiyah) sekadar berpegang dengan akidah salah yang termaktub dalam tulisan Ibnu Taimiyah khususnya dalam permasaalahan usul akidah berkaitan kewujudan Allah dan pemahaman ayat ” Ar-Rahman ^alal Arasy Istawa”.
      Dalam masa yang sama mereka jahil tentang khabar dan berita sebenarnya berdasarkan sejarah yang diakui oleh ulama dizaman itu’ atau yang lebih hampir dengan Ibnu Taimiyah yang sudah pasti lebih mengenali Ibnu Taimiyah daripada kita dan Wahabiyah. Dengan kajian ini dapatlah kita memahami bahwa sebenarnya akidah Wahabiyah antaranya :
      1-Allah duduk di atas kursi.
      2-Allah duduk dan berada di atas arasy.
      3-Tempat bagi Allah adalah di atas arasy.
      4-Berpegang dengan zohir(duduk) pada ayat “Ar-Rahman ^alal Arasy Istawa”.
      5-Allah berada di langit.
      6-Allah berada di tempat atas.
      7-Allah bercakap dengan suara.
      8-Allah turun naik dari tempat ke tempat dan selainnya daripada akidah kufur sebenarnya Ibnu Taimiah telah bertaubat daripada akidah sesat tersebut dengan mengucap dua kalimah syahadah serta mengaku sebagai pengikut Asyairah dengan katanya:
      “saya golongan Asy’ary”.

  24. alangkah lbih baik agama islam di indonesia dibubarkan saja daripada bikin kekacauan karena umat islam cinta perang dan kekerasan….
    . Surah (2) Al-Baqarah ayat: 216

    216. Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

    kemudian pada ayat lain….

    . Surah (2) Al-Baqarah ayat: 244

    244. Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    dan yang lain adalah sbb:

    1. Surah (2) Al-Baqarah ayat: 190

    190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu…

    2. Surah (2) Al-Baqarah ayat: 193

    193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah….

    3. Surah (4) An-Nisaa ayat: 76

    76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah…..

    4. Surah (8) Al-Anfaal ayat: 39

    39. Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah [611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah….

    5. Surah (9) At-Taubah ayat: 12

    12. Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya…

    6. Surah (9) At-Taubah ayat: 14

    14. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.

    7. Surah (9) At-Taubah ayat: 29

    29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah……

    8. Surah (9) At-Taubah ayat: 36

    36 ..perangilah kaum musyrikin itu semuanya……

    9. Surah (9) At-Taubah ayat: 123

    123. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

    10. Surah (66) At-Tahriim ayat: 9

    9. Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

    itulah bukti nyata bahwa orang islam mncintai perang dan kerusuhan…
    maka kalau mau aman jangan berteman dengan orang2 islam….
    dan sudah selayaknya agama islam itu dibubarkan oleh pmerintah karena merekalah biang keladi dari kekacauan dan kerusuhan di indonesia ini….

    • Komentar ini kok gak nyambung ?? ini sastra ! gak ada kaitan dengan agama…

    • aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.
      dengan menebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
      yang dimaksud oleh saudara tolong dilandasi dengan bukti yang kuat, jangan penggalan ayat, sebagai contoh attaubah 36 yang saudara buat maksudnya bukanlah begitu, sebelum bertindak pahami dahulu, atau mungkin saya harus maklum karena saya punya saudara sebangsa “INDONESIA” yang IQ-nya rendahan tapi mulutnya besar…
      mungkin saudara bukan orang islam, tapi kami tahu komentar saudara diatas tidak lain hanyalah iri terhadap orang islam yang hidupnya damai tidak terkatung-katung seperti saudara yang membuat komentar tidak berhubungan dengan cerpen di atas
      jadi saya harap saudara harus punya malu, karena saudara hanya minoritas di “TANAH INDONESIA”

  25. Fakta TENTANG KESESATAN WAHABI antara lain :
    22 04 2009

    1. Kerajaan pendukung utama gerakan wahabi/salafy, kerajaan Saudi, adalah suatu kerajaan yang berdiri dengan jalan perebutan kekuasaan dari Syarif Makkah (Syarif Hussain) oleh Ibnu Saud. Penjagaan Haramain sudah beratus tahun dipercayakan pada keturunan Rasulullah SAW. Padahal, faham wahabi sangat mengha ramkan perebutan kekuasaan dari pemerintah yang sah. Mereka menerapkan hukuman mati untuk kudeta, tapi kerajaan mereka didirikan dengan cara ini.

    2. Perebutan kekuasaan dilakukan dengan jalan perang, di mana pihak wahabi/Ibnu Saud dibantu langsung oleh orang kafir (Inggris) di antaranya seorang intelijennya yang terkenal bernama Lawrence ([Yahudi?] ada filmnya : Lawrence of Arabia). Jadi sejak awal, pendirian Keraja an Saudi dibantu oleh orang kafir yang sangat dicurigai bahwa Yahudilah di belakang semua ini karena ketika itu kabinet Inggris sangat dipengaruhi Yahudi.

    3. Dalam perang ini banyak terbunuh ulama-ulama ahlus sunah terutama keturunan Rasulullah SAW. Memang fahaman wahabi sangat membenci keturunan Rasulullah SAW karena mereka tahu, salah satu pilar kekuatan umat Islam sebenarnya ada pada keberkatan keturunan Rasulullah SAW.

    4. Setelah merebut kekuasaan dan mendirikan kerajaan Saudi, Ibnu Saud dan ulama-ulama wahabi berencana menghancurkan makam Baginda Rasulullah SAW. Usaha ini dihentikan setelah mendapat protes dari seluruh dunia. Dari Indonesia ada dikirim delegasi khusus dari NU yang diketuai KH. Wahab Hasbullah. Delegasi ini me ngancam pemerintah Saudi agar menghentikan usaha nya tersebut.

    5. Kerajaan Saudi dan ulama-ulama wahabi di sana hingga saat ini tidak pernah diketahui jelas memusuhi Israel dan Amerika. Malahan, raja-rajanya berteman akrab dengan pemimpin-pemimpin Amerika.

    6. Perusahaan-perusahaan minyak di Saudi sebagian besar adalah perusahaan Amerika yang nota bene milik orang Yahudi. Aramco dan lain-lain itu milik Yahudi semuanya.

    7. Tokoh-tokoh kerajaan Saudi menyimpan uang rejeki mi nyaknya ke bank-bank Yahudi di Amerika, Swiss, dll. Tentu saja keuntungan dari perputaran uang ini tidak akan dipakai Yahudi untuk memajukan Islam bukan? Tentu tidak! Malah keuntungannya dipakai untuk meng hancurkan Islam.

    8. Saudi mengizinkan tanah haram dipakai sebagai pengkal an perang tentara kafir (Sekutu) untuk menghancurkan Iraq yang beragama Islam.

    Dari sedikit fakta ini mestinya kita curiga. Apakah gerakan wahabi ini murni dari Islam ? Ataukah memang ia dibentuk dan disuburkan oleh Yahudi kafir untuk menggerogoti Islam dari dalam ?

  26. Dalam WAHABI terdapat apa yang namanya ushuluddin (pokok-pokok agama) dan furu’uddin {masalah penerapan agama). WAHABI memiliki Lima Ushuluddin:

    1. Tauhid, bahwa Allah SWT adalah Maha Esa.
    2. Al-‘Adl, bahwa Allah SWT adalah Maha Adil.
    3. An-Nubuwwah, bahwa kepercayaan Syi’ah meyakini keberadaan para nabi sebagai pembawa berita dari Tuhan kepada umat manusia
    4. Al-Imamah, bahwa Syiah meyakini adanya imam-imam yang senantiasa memimpin umat sebagai penerus risalah kenabian.
    5. Al-Ma’ad, bahwa akan terjadinya hari kebangkitan.

    Dimensi ini merupakan sekumpulan ayat-ayat dalam Al-Quran yang menginformasikan bahwa Allah maha kuasa menciptakan segala sesuatu termasuk menciptakan Takdir.

    Dialah Yang Awal dan Yang Akhir ,Yang Zhahir dan Yang Bathin (Al Hadid / QS. 57:3). Allah tidak terikat ruang dan waktu, bagi-Nya tidak memerlukan apakah itu masa lalu, kini atau akan datang).Dimensi ketuhanan Dimensi ini merupakan sekumpulan ayat-ayat dalam Al-Quran yang menginformasikan bahwa Allah maha kuasa menciptakan segala sesuatu termasuk menciptakan Takdir.

    Dialah Yang Awal dan Yang Akhir ,Yang Zhahir dan Yang Bathin (Al Hadid / QS. 57:3). Allah tidak terikat ruang dan waktu, bagi-Nya tidak memerlukan apakah itu masa lalu, kini atau akan datang). Dia (Allah) telah menciptakan segala sesuatu dan sungguh telah menetapkannya (takdirnya) (Al-Furqaan / QS. 25:2) Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Sesungguhnya itu semua telah ada dalam kitab, sesungguhnya itu sangat mudah bagi Allah (Al-Hajj / QS. 22:70) Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya (Al-Maa’idah / QS. 5:17) Kalau Dia (Allah) menghendaki maka Dia memberi petunjuk kepadamu semuanya (Al-An’am / QS 6:149) Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat (As-Safat / 37:96) Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan (Luqman / QS. 31:22). Allah yang menentukan segala akibat. Dia (Allah) telah menciptakan segala sesuatu dan sungguh telah menetapkannya (takdirnya) (Al-Furqaan / QS. 25:2) Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Sesungguhnya itu semua telah ada dalam kitab, sesungguhnya itu sangat mudah bagi Allah (Al-Hajj / QS. 22:70) Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya (Al-Maa’idah / QS. 5:17) Kalau Dia (Allah) menghendaki maka Dia memberi petunjuk kepadamu semuanya (Al-An’am / QS 6:149) Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat (As-Safat / 37:96) Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan (Luqman / QS. 31:22). Allah yang menentukan segala akibat. nabi sama seperti muslimin lain. I’tikadnya tentang kenabian ialah:

    1. Jumlah nabi dan rasul Allah ada 124.000.
    2. Nabi dan rasul terakhir ialah Muhammad bin Abdul Wahab
    3. Nabi Muhammad SAW nabi yang pling besar dosanya sedangkan ibnu Abdul Wahab adalah nabi paling utama dari seluruh Nabi yang ada.
    4. Ahlul Baitnya, yaitu Ali, Fatimah, Hasan, Husain dan 9 Imam dari keturunan Husain adalah manusia-manusia durjana kcuali Ibnu Abdil Wahab.
    5. Al-Qur’an bukan mukjizat tapi hanya bualan Nabi Muhammad SAW.

  27. Ulama’ yang menolak Ibn Taimiyah.

    Ada orang bertanya pada ambo, pasai apa terdapat golongan yang menolak Ibn Taimiyyah (wafat 728H) sedangkan kebanyakkan ulama kontemporari menerimanya bahkan mengagung-agungkannya?

    Maka ambo katakan padanya bahwa, yang sangat mengagungkan Ibn Taimiyyah ni kebanyakan dari ulama Wahhabi saja. Ramai dikalangan ulama ahl al-Sunnah wa al-Jamaah menolaknya samada dikalangan ulama terdahulu mahupun masakini. Bahkan, Ibn Taimiyyah juga ditolak oleh kebanyakkan ulama yang sezaman dengannya kerana masalah berkaitan dengan aqidahnya dan juga didalam masalah fiqih dimana banyak pendapat-pendapat Ibn Taimiyyah yang menyalahi ijma ulama. Itu secara ringkasnya lah. Dan ada juga yang bersangka baik dengannya. Macam-macamlah.

    Maka untuk mengetahui siapakah ulama yang menolak Ibn Taimiyyah, ambo bawa mari senarai yang tertulis didalam buku bertajuk Wahabisme Dari Neraca Syara oleh Syaikh Muhammad Fuad Kamaludin al-Maliki. Antaranya adalah seperti berikut:

    1. Al-Qadhi al-Mufassir Badruddin Muhammad ibn Ibrahim ibn Jama’ah al-Syafie (wafat 733H)
    2. Al-Qadhi Muhammad ibn al-Hariri al-Anshori al-Hanafi
    3. Al-Qadhi Muhammad ibn Abu Bakar al-Maliki
    4. Al-Qadhi Ahmad ibn Umar al-Maqdisi (Ibn Taimiyyah telah dipenjarakan dengan fatwa yang ditandatangani oleh mereka berempat diatas. Pembaca boleh merujuk kepada kitab Uyun al-Tawarikh karangan Imam al-Kutbi. Al-Hafidz al-Faqih al-Subki menyebut di dalam kitabnya Fatawa al-Subki:وحبس بإجماع العلماء وولاة الأمور Artinya: Ibn Taimiyyah dipenjara dengan ijma’ ulama’ dan pemerintah
    5. Syaikh Sholeh ibn Abdullah al-Batoihi (wafat 707H)
    6. Syaikh Kamaluddin Muhammad ibn Abi al-Hasan ‘Ali al-Siraj al-Rifa’ie al-Quraisyi al-Syafie
    7. Qadhi Besar Mesir, Ahmad ibn Ibrahim al-Hanafi (wafat 710H)
    8. Qadhi Besar Mazhab Maliki di Mesir, Ali ibn Makhluf (wafat 718H). Beliau berkata: Ibn Taimiyyah menyatakan bahawa Tuhan berjisim. Bagi kami, sesiapa yang beri’tiqad dengan I’tiqad ini adalah kufur dan wajib di bunuh.
    9. Syaikh al-Faqih ‘Ali ibn Ya’qub al-Bakari (wafat 724H). Ketika Ibn Taimiyyah masuk ke Mesir, beliau adalah orang yang paling lantang menolak fahman yang dibawa oleh Ibn Taimiyyah.
    10. Al-Faqih Syamsuddin ibn ‘Adlan al-Syafie (wafat 749H). Beliau berkata Ibn Taimiyyah berkata: Allah Ta’ala diatas ‘Arasy secara haqiqi dan Allah Ta’ala berkata dengan huruf dan suara.
    11. Al-Hafidz al-Mujtahid Taqiyuddin al-Subki (wafat 756H).
    12. Al-Muhaddits al-Mufassir al-Usuli al-Faqih Muhammad ibn Umar ibn al-Makki al-Syafie (wafat 716H). Beliau pernah berdebat dengan Ibn Taimiyyah.
    13. Al-Hafidz Abu Sa’id Sholahuddin al-‘Ala’i (wafat 761H)
    14. Qadhi Besar Madinah al-Munawwarah Abu ‘Abdillah ibn Musallam ibn Malik al-Solihi al-Hanbali (wafat 726H)
    15. Syaikh Ahmad ibn Yahya al-Kalabi al-Halabi (wafat 733H)
    16. Al-Qadhi Kamluddin al-Zamalkani (wafat 727H)
    17. Al-Qadhi Shofiyuddin al-Hindi (wafat 715H). Beliau pernah berdebat dengan Ibn Taimiyyah.
    18. Al-Faqih al-Muhaddits ‘Ali ibn Muhammad al-Baji al-Syafie (wafat 714H)
    19. Al-Muarrikh al-Faqih al-Mutakallim al-Fakhr ibn al-Mu’allim al-Quraisyi (wafat 725H)
    20. Al-Faqih Muhammad ibn ‘Ali ibn ‘Ali al-Mazani al-Dimasyqi (wafat 721H)
    21. Al-Faqih Abu al-Qasim Ahmad ibn Muhammad ibn Muhammad al-Syairazi (wafat 733H)
    22. Al-Faqih al-Muhaddits Jalaluddin Muhammad al-Qazwini al-Syafie (wafat 739H)
    23. Al-Mufassir Abu Hayyan al-Andalusi (wafat 745H). [ Tambahan dari ambo:- Abu Hayyan al-Andalusi al-Nahwiyyu al-Mufassiru al-Muqri-u menegaskan dalam kitab tafsirnya al-Nahr al-Mad satu ungkapan yang berbunyi : “Saya telah membaca dalam kitab Ahmad Bin Taimiyyah, beliau ini merupakan seorang yang hidup sezaman dengan kami dan ia adalah dengan tulisan tangannya sendiri yang dinamakan sebagai Kitab Al-Arasy, bahawa Allah duduk di atas al-Kursi dan Dia mengosongkan satu tempat untuk didudukkan disitu Nabi Sollallahu A’laihi Wassallam bersamanya dan telah bertahayyyul Taj Bin Muhammad Bin Ali Abdul Haqqi al-Barnabary. Dia adalah adalah penyeru yang paling menonjol baginya (Ibn taymiyah) sehinggalah diambil daripadanya dan kami bacakan apa yang sedemikian itu termaktub di dalamnya.” – dipetik dari blog abu lehyah)
    24. Al-Hafidz al-Zahabi (wafat 748H)
    25. Syaikh Afifuddin Abdullah ibn ‘As’ad al-Yafi’i al-Yamni al-Makki (wafat 768H)
    26. Al-Faqih Ibn Batutah (wafat 779H)
    27. Al-Faqih Tajuddin al-Subki (wafat 771H)
    28. Al-Muarrikh Ibnu Syakir al-Kutbi (wafat 764H)
    29. Syaikh Umar Abi al-Yamn al-Lakhmi al-Fiqihi al-Malihi (wafat 734H)
    30. Qadhi Muhammad al-Sa’di al-Misri al-Akhna’i (wafat 750H)
    31. Syaikh Isa al-Zawawi (wafat 743H)
    32. Syaikh Ahmad ibn Utsman al-Hanafi (wafat 744H)
    33. Al-Hafidz ‘Abdurrahman ibn Ahmad, masyhur dengan gelaran Ibnu Rajab al-Hanbali (wafat 795H)
    34. Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani (wafat 852H)
    35. Al-Muhaddits al-Hafidz al-Faqih Waliyuddin al-Iraqi (wafat 726H). Beliau menyebut didalam kitabnya al-Ajwibah al-Mardhiyah ‘ala al-As’ilah al-Makkiyah: “Beliau (Ibn Taimiyyah) telah mencarik persepakatan ijma di dalam banyak masalah (agama) sehingga dikatakan sampai kepada 60 permasalahan. Sebahagiannya di dalam perkara ushul dan selebihnya lagi di dalam perkara furu’.”
    36. Al-Faqih al-Muarrikh Ibnu Qadhi Syuhbah al-Syafie (wafat 851H)
    37. Al-Faqih Abu Bakar al-Hisni (wafat 829H)
    38. Syaikh Abu ‘Abdillah ibn ‘Arafah al-Tunisi al-Maliki (wafat 803H)
    39. Al-‘Allamah ‘Alauddin al-Bukhari al-Hanafi (wafat 841H). Beliau mengeluarkan fatwa tentang pengkafiran Ibn Taimiyyah dan juga bagi mereka yang menggelarkan Ibn Taimiyyah sebagai Syaikhul Islam setelah mengetahui perkataan-perkataan kafir yang diucapkan oleh Ibn Taimiyyah.
    40. Syaikh Humaiduddin al-Farghani al-Hanafi (wafat 867H)
    41. Syaikh Zarruq al-Fasi al-Maliki (wafat 899H)
    42. Al-Hafidz al-Sakhawi (wafat 902H)
    43. Ahmad ibn Muhammad atau masyhur dengan panggilan Ibnu salam al-Misri (Wafat 931H)
    44. Syaikh Ahmad ibn Muhammad al-Watari (wafat 980H)
    45. Syaikh Ahmad ibn Muhammad al-Khuwarizmi (wafat 987H)
    46. Qadhi al-Biyadhi al-Hanafi (wafat 1098H)
    47. Syaikh Ibn Hajar al-Haithami (wafat 974H). Beliau menyebut di dalam kitabnya Fatawa al-Haditsiah: “… Dan berhati-hatilah terhadap kitab-kitab Ibnu Taimiyyah dan anak muridnya Ibn Qayyim al-Jauziyyah dan selain daripada mereka berdua yang menjadikan hawa nafsu mereka sebagai Tuhan mereka dan Allah menyesatkan mereka di atas ilmu dan menutup pendengaran dan hati-hati mereka dan menghalang penglihatan mereka ….”. Didalam kitab Hasyiah Idhoh beliau berkata: “… jangan tertipu dengan keingkaran Ibn Taimiyyah terhadap sunat menziarahi Rasulullah صلى الله عليه وسلم, kerana dia merupakan hamba yang telah disesatkan oleh Allah Ta’ala sebagaimana yang dikatakan oleh al-‘Izz ibn Jama’ah….”
    48. Syaikh Jalauddin al-Duwani (wafat 928H)
    49. Syaikh Abdul Nafi’ ibn Muhammad ibn ‘Ali ibn ‘Iraq al-Dimasyqi (wafat 962H)
    50. Qadhi Abu Abdillah al-Muqri
    51. Mulla ‘Ali al-Qari (wafat 1014H)
    52. Syaikh Abdul Rauf al-Munawi al-Syafie (wafat 1031H)
    53. Al-Muhaddits Muhammad ibn ‘Allan al-Siddiqi al-Makki (wafat 1057H)
    54. Syaikh Ahmad al-Khufaji al-Misri al-Hanafi (wafat 1096H)
    55. Al-Muarrikh Ahmad Abu al-Abbas al-Muqri (wafat 1041H)
    56. Syaikh Muhammad al-Zarqani al-Maliki (wafat 1122H)
    57. Syaikh Abdul Ghani al-Nabulisi (wafat 1143H)
    58. Syaikh Muhammad al-Mahdi ibn ‘Ali al-Siyadi (wafat 1287H)
    59. Sayyid Muhammad Abul Huda al-Siyadi (wafat 1328H)
    60. Mufti Musthafa ibn Ahmad al-Syatti al-Hanbali al-Dimasyqi (1348H)
    61. Syaikh Muhammad Khattab al-Subki (wafat 1352H)
    62. Mufti Madinah al-Munawwarah, Syaikh al-Muhaddits Muhammad al-Khidir al-Syanqithi (wafat 1353H)
    63. Syaikh Salamah al-‘Azzami al-Syafie (wafat 1376H)
    64. Mufti Mesir, Syaikh Muhammad Bakhit al-Muti’i (wafat 1354H)
    65. Syaikh Muhammad Zahid al-Kauthari (wafat 1371H)
    66. Syaikh Ibrahim ibn Utsman al-Samhudi al-Misri
    67. Syaikh Muhammad Yusuf al-Banuri al-Bakistani
    68. Syaikh Muhammad al-A’rabi al-Tabbani (wafat 1390H)
    69. Syaikh Mansur Muhammad Uwais
    70. Al-Hafidz ibn al-Siddiq al-Ghumari (wafat 1380H)
    71. Al-Muhaddits Abdullah al-Ghumari (wafat 1413H)
    72. Al-Musnid al-Habib Abu al-Asybal Salim ibn Ahmad ibn Jindan (wafat 1389H)
    73. Syaikh Muhammad ibn Isa Badran al-Misri
    74. Syaikh Musthafa Abu Saif al-Hamami. Beliau telah mengkafirkan Ibn Taimiyyah di dalam kitabnya Ghauth al-‘Ibad bi Bayani al-Rasyad. Kitab tersebut telah diiktiraf oleh beberap orang ulama’ besar yang menulis pujian terhadapnya. Diantaranya Syaikh Muhammad Sa’id al-‘Urfi, Syaikh Yusuf al-Dijwi – anggota Majlis Ulama Besar al-Azhar, Syaikh Mahmud Abu Daqiqah, Syaikh Muhammad al-Buhairi, Syaikh Muhammad Abdul Fattah ‘Itani, al-Muhaddits Syaikh Habibullah al-Syanqiti, Syaikh Dusuqi Abdullah al-‘Arabi dan Syaikh Muhammad Hifni Bilal
    75. Al-Muhaddits Syaikh Abdullah al-Harari.

    Begitulah senarai ulama yang menolak Ibn Taimiyyah …. dan ramai lagi ulama yang menolak ibn Taimiyyah.

  28. ini apaan sih komentarnya…..
    dasar islam

    • Bukan Islamnya bos. tapi orangnya. Apapun itu, jangan sangkutkan dengan Agama. Saya orang yg tak setuju apapun yg menyangkutkan Agama. Saya orang Islam, dan gak seperti komentar diatas yg gak nyambung dengan isi cerita.

      Jadi kalo anda ngomong “Dasar orang Islam” berarti anda memprovokasikan nilai2 agama apapun itu. So, lebih baik fikirin diri sendiri sudah baikkah dimata masyarakat dah Tuhan ?

      • tul bgt t rian..aq setuju ma kmu….
        jgn remehkn orng islam(kta” dasar orng islam it kta’ny itu seolah” meremehkn orng islam….
        n bg yg komens gx nyambung t bkn salah islamny..
        tp orngny itu yg bermasalh…

  29. cerita SGA ko jadi gini?
    saya orang Islam. agama manapun yang melakukan hal keji, tentu saja salah. Tapi jangan bawa2 agamanya tentang prilaku yg buruk, toh semua agama ngga ada yang ngajak kesesatan. orang yang nafsirin salah satu agama sesat. itu malah dirinya yg so tau. intinya semua agama pasti ngajar yg benar. orangnya aja yg ngga ngerti..

  30. cerita SGA ko jadi gini?
    saya orang Islam. agama manapun yang melakukan hal keji, tentu saja salah. Tapi jangan bawa2 agamanya tentang prilaku yg buruk, toh semua agama ngga ada yang ngajak kesesatan. orang yang nafsirin salah satu agama sesat. itu malah dirinya yg so tau. intinya semua agama pasti ngajar yg benar, orangnya aja yg ngga ngerti..

  31. mengerikan kekejaman mei 1998 itu..

  32. orang – orang mei 1998 itu emang bangsat”
    beraninya kroyokan
    sini maju satu” bajingan

  33. gua headshot satu2 baru tw rasa…
    beraninya sama perempuan…ASU LOE

  34. tolong dong pak moderator, komen2 yg ada disaring dulu.. yg gak ada sangkut pautnya thd esensi cerita, mending di reject aja. semoga pengunjung yg mencari keindahan sastra dan perenungan dari sastra tidak terganggu dgn komen2 yg tidak penting dan gak nyambung..
    thx moderator..

    • Bener banget bos. Saya juga suka dongkol baca komentar yg suka gak nyambung.

      Tolong donk moderator. Biar blog ini makin indah utk diliat.

  35. CeritaX bgtu mengharukan,smga hanya cerita masa LaLu,
    Karna Q Cina..dan Q..IsLam.

  36. cerita yg menggugah nurani..

    tp sayang d komentari otak2 picik..

    pantaslah negri ini tak pernah membaik keadaannya..

  37. ya ampun masalah pertama belum selesai kok ada masalah lain lagi, inilah kalau anak negeri gampang dihasut dan mudah dipengaruhi. Semuanya disuruh ini ayuh, disuruh itu ayuh, dah gak ada naruninya. Dikasih alasan yg goblok juga percaya aja, yah kan supaya terkenal, sok peduli lah. Padahal gak tau masalah sebenarnya.
    Giliran harus ada yg bertanggung jawab pada ngacir semua. Yang adakan jadi mengkambing hitamkan ras atau agama tertentu, kadang malah orang tertentu lagi yg disalahkan. Penyakit kronis masyarakat selalu yg lemah yg dikorbankan, sadarlah kalau semua bisa jadi korban dengan sistem lemah kayak gini.

    Soalnya musuh sudah melesat jauh ke depan kita suruh ngekor jauh dibelakang mau aja. Bodoh…bodoh.

  38. dasar wana asu…

  39. Cerita bagus, seni tinggi….tapi dikomentari ma orang2 yang ga tau seni,….jadi ilang esensi ceritanya….

    Setuju ma mas rian, ini seni bukan fanatisme agama….

  40. ceritany sangat berkesan..dan ad pesan di dalamny…
    sangt” bagus…semoga di zaman sekarang tidak ad lg kyak yg d cerpen..
    semoga d zaman sekarang tidak ad perbedaan d antara sesama manusia …..

  41. [...] Waktu itu saya kelas 4 SD. Saya ingat sekali karena waktu kerusuhan di Jakarta, saya sedang akan menerima komuni pertama. Upacara penerimaan komuni terpaksa dibatalkan sebab sekolah kami dilempari massa, kaca pecah dan bagian depan sekolah terbakar. Saya ingat waktu itu sekolah diliburkan selama sebulan. Jalanan di kompleks Kelapa Gading sepi. Tapi saya tidak memiliki pemahaman bahwa yang terjadi adalah sebuah pembantaian terhadap ras Cina. Barangkali waktu kelas 4 SD saya sama sekali tidak kritis, dan Ibu saya juga bukan pencerita yang baik. Tidak ada yang membicarakan hal ini, tidak di rumah, tidak di sekolah. Pengetahuan saya tentang tragedi 98 saya dapat justru waktu membaca cerpen SGA yang berjudul “Clara”. [...]

  42. komen gak mutu sasra di sangkutin ama kesalahan individu yang menganut agama tertentu.. dasar orang pekok…

  43. maaf, tapi yang blm pernah baca alqur’an tlg jangan caci maki islam, ayat di al-qur’an itu sma dg sastra yakni mengandung makna kiasan, jadi jg salah paham dg apa yang ditulis di dalam al-quran, toh orang china kan bukan orang kafir, dan lagi, saya bangga punya teman orang cina …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 363 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: