Kalatidha

 

  Judul   : Kalatidha
 Penulis : Seno Gumira Ajidarma
 Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
 Cetakan : Pertama, Januari 2007
 Tebal : 234 hlm
 
 

 

 

 

 


Peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan sebutan G 30 S – kini lebih sering ditulis tanpa PKI, sebab keterlibatannya masih perlu pembuktian – telah tercatat dalam perjalanan bangsa ini sebagai sejarah yang penuh luka. Masih begitu banyak misteri yang belum benar-benar terungkap di baliknya. Namun, yang jelas peristiwa tersebut memakan banyak korban jiwa anak bangsa yang mungkin tak terlibat sama sekali.
Barangkali berpuluh buku telah ditulis – fiksi dan non fiksi – ihwal insiden berdarah itu dalam berbagai versi. Satu yang paling mutakhir adalah novel Kalatidha buah tangan Seno Gumira Ajidarma. Kalatidha mengandung makna “zaman rusak”; dinukil dari salah satu syair karya Ranggawarsita (1802-1873) : Masih dengan ciri khasnya mencampuradukkan realis dan surealis, Seno membangun cerita dalam dua bagian : masa lalu dan masa kini.Adalah aku tokoh utama dalam buku ini, seorang pengusaha yang tengah menjalani hukuman penjara lantaran aksinya membobol bank terbongkar. Di dalam selnya ia berkesempatan memutar kembali ingatannya ke masa silam berkat guntingan-guntingan berita di koran milik kakak perempuannya yang berhasil ia selundupkan. Melalui kliping koran itu, terkuaklah beberapa hal dari masa lalunya yang bersangkutan dengan peristiwa G30 S.

Dari sinilah Seno menyelipkan inti kisahnya seputar G 30 S. Sebuah luka sejarah yang menyisakan sejumlah trauma, dendam, dan sakit hati bagi korban dan keluarganya. Pernah satu masa di negeri yang mencantumkan sila kemanusiaan yang adil dan beradab pada urutan kedua dasar negaranya ini terjadi pembantaian manusia secara besar-besaran dalam sebuah upaya kudeta.

Sampai sekarang jumlah korban yang mati masih simpang-siur. Ada sumber yang menyebut ratusan ribu, tetapi ada pula yang yakin bahwa angkanya mencapai jutaan. Wallahualam. Selain yang mati, banyak juga yang dibui tanpa pernah diadili terlebih dahulu. Sebagian tapol (tahanan politik) itu dibuang ke Pulau Buru dan Nusa Kambangan. Termasuk sastrawan Pramoedya Ananta Toer.

Di novel ini, korbannya adalah seorang gadis cantik. Keluarganya dihabisi di depan mata kepalanya Termasuk saudara kembarnya. Rumah mereka dibakar massa. Ia sendiri berhasil selamat walaupun akhirnya menjadi gila. Dalam kegilaan, ia melampiaskan dendam kesumatnya kepada orang-orang yang telah membakar rumah dan membantai keluarganya. Namun, dalam kegilaannya masih juga ia diperlakukan secara kejam dan tak senonoh dari orang-orang di sekitarnya. Jika begini, entahlah, siapa yang lebih gila. Atau memang zaman sudah gila. Dunia dipenuhi orang-orang gila.

mengalami zaman gila
hati gelap kacau pikiran
mau ikut gila tak tahan
jika tidak ikut tak kebagian

Sebetulnya, kisah ini akan jadi lebih menarik andaikata Seno hanya berpijak di wilayah real. Dengan mengikutsertakan juga wilayah sureal jadi terkesan Seno pingin cari gampangnya saja. Seperti dongeng, bermain-main dengan logika, dan terasa “kurang serius”. Tidak seperti pada Negeri Senja (2005) yang sureal total, Kalatidha membikin kita jumpalitan meloncat-loncat antara yang real dan sureal. Bagi saya cukup melelahkan, meskipun sedikit terhibur juga oleh beberapa adegan ala cersil (cerita silat).

Ah,semoga ini agaknya hanya lantaran saya tidak begitu suka yang sureal-sureal. Pokoknya, nikmati sajalah, minimal permainan katanya yang memang indah. Dan akhirnya, kita bisa merasa asyik juga kok.

Source : http://library.stikom.edu/detailresensi.asp?id=293

 

About these ads

19 Tanggapan

  1. em…cari bukunya di mana ya?
    koq jarang liat,lo ada info kirim ke email ya

  2. buat semua…

    aku mau informasi tentang novel kalatidha donk, buat analisis.

    tentang data-data yang ada di novel tersebut, aku tertarik ke potongan-potongan kliping korannya…

  3. Aku belum beli yang satu ini. Komentarnya nanti aja kalo udah kebeli.

  4. Ada kok di Gramedia juga. Harganya Rp. 35.000.
    Bukunya lumayanlah, tapi blum wah..

  5. hai…hai…,buat semua bantuin iik dong!! cari data apapun, all about kalatidha..
    buat skripsi neh..
    apapun pengalaman pembacaan kalian tentang kalatidha thanks..

  6. saya baru beli bukunya jadi belum bisa kasih komentar, tapi buku mas seno yang lain sebagian besar sudah saya baca, kecuali atas nama malam, susah mendapatkan bukunya hehehehe……

  7. ada keterkaitan secara interteks ga sih novel ini sama kalatidhanya Ranggawarsita?”bwt yang udah baca si”

  8. asyik juga, ada ga ebook nya?

  9. Menurut saya, novel Kalatidha, ditulis mas Seno dgn gaya gado2. kadang serius, kadang gaya becanda-nya muncul, kadang pake kata2 bak puisi, kdg2 slengean juga. pada awal2 cerita, mas Seno banyak memakai perulangan pd beberapa kata: seperti Kata kabut contohnya. mgkn biar pembaca bisa merasuki alam cerita tsb.

  10. saya mah… asal bang Seno yang nulis ayook aja :)
    tapiiii ko ada nuansa “alam gaib” nya itu loh bikin merinding sendiri.. hehe

  11. pengen kenal sama si kembar..bisa ga?

  12. saiah kesusaHan neH buat tugas analisis..udah beli tapi belum sempat baca,,ada yang bisa bantu??

  13. hmmmmmmmmm…
    seno gumira ajidarma..
    novel dengan awal kabut..hutan bambu..
    aku mau kelarin bacanya..
    hehehehe..
    SEMANGAT!!!

  14. baru baca novel ini tadi.. buat tugas sihh.. buku yg mudah dicerna tp agak menjemukan.. abisnya ga ada dialognya sihh.. tp lumayan lahh.. baguss..

  15. KALATIDHA.

  16. KALATIDHA. keren banget, dari segi cerita, bahasa, karakter, sangat mas seno sekali. SALUT!

  17. Mau dooong… Data2 PKInya, data2 Kalatidhanya juga.. Buat skripsi nih…

    Buat iik, may i contact you? I need ur description. Makasii ^^

  18. semoga gue cepet dapat uanggggggg tuk bli bukunya bang seno………… bang doain yaaaaaaaaaaa agar murah rejekinya hiiiiiiiiiiiiiii

  19. oiiii….. masih ada stock buku kalatidha ga? klo ada gwe pesen donk, sms ke 08562008444 yaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 340 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: