Sunan Kalijaga

SUNAN KALIJAGA,WALI YANG ORISINAL :

WALISANGA, ZIARAH PUSTAKA 1

             

Kadilangu terletak tak jauh dari Demak di Jawa Tengah. Kalau Anda datang dari arah Semarang, sebelum sampai di Demak bisa mampir ke Kadilangu dahulu. Udara biasanya panas, tetapi orang-orang yang mengalir tanpa putus wajahnya begitu tulus – dan ketulusan itulah yang memberi perasaan damai. Memang, di sanalah terletak makam yang dalam tesis Sumanto Al Qurtuby, Arus Cina-Islam Jawa: Bongkar Sejarah atas Peranan Tionghoa dalam Penyebaran Agama Islam di Nusantara Abad XV & XVI (2003) disebutkan sebagai “paling dikeramatkan di Jawa Tengah”, yakni makam Sunan Kalijaga.
Nama ini terdengar begitu akrab, tetapi lebih akrab lagi adalah karya-karyanya sebagai pendakwah kreatif, yang sering dimanfaatkan tanpa disadari lagi sebagai gubahan Sunan Kalijaga. Seperti terjadi dengan kidung Rumeksa Ing Wengi, yang disamping berfungsi sebagai kidung tolak bala, jika dibawakan Nyi Bei Madusari juga terdengar indah sekali. Perhatikan:

Ana kidung rumeksa ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
Luputa bilahi kabeh
Jim setan datan purun
Paneluhan tan ana wani
Miwah panggawe ala
Gunaning wong luput
Geni atemahan tirta
Maling adoh tan ana ngarah ing mami
Guna duduk pan sirna.
 
Ada kidung melindungi di malam hari
Penyebab kuat terhindar dari segala kesakitan
Terhindar dari segala petaka
Jin dan setan pun tidak mau
Segala jenis sihir tidak berani
Apalagi perbuatan jahat
Guna-guna dari orang tersingkir
Api menjadi air
Pencuri pun menjauh dariku
Segala bahaya akan lenyap. 
 

Kidung ini disusun dalam sastra macapat yang ditulis dalam metrum dhandhanggula. Sebuah ulasan dalam buku best seller yang ditulis seorang sarjana agronomi, Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga (2003) karya Achmad Chodjim, dengan memikat telah menghadirkan makna kidung yang juga bisa berarti sabda atau firman, sebagai teknik membangkitkan konsentrasi dan kekuatan pikiran. Menurut Chodjim, kata-kata yang tertata rapi di dalam sebuah doa, sebenarnya untuk menjadi titik perhatian dan tujuan dari pelafal doa. Titik perhatian inilah yang akan membangkitkan konsentrasi dan dengan itu menjelmakan kekuatan pikiran. Mengacu kepada Michael Talbot dalam Mysticism and The New Physics: Beyond Space-Time, Beyond God, To The Ultimate Cosmic Consciousness (1981), Chodjim memaparkan bahwa kekuatan pikiran dapat menghasilkan sebuah medan biogravitasi (gravitasi makhluk hidup) yang dapat berinteraksi dengan dan mengubah medan gravitasi yang mengendalikan materi. Teori ini terbuktikan oleh populernya kidung gubahan Sunan Kalijaga sebagai penolak bala kejahatan yang dilakukan malam hari. Mulai dari kejahatan “masuk akal” seperti pencurian, sampai yang disebut gaib seperti sihir, teluh, santet, yang tentunya dipercaya keberadaannya pada masa kehidupan Sunan Kalijaga.
Chodjim menyampaikan kisah nyata, bahwa kidung ini masih berfungsi di desa pada masa kini demi kebutuhan praktis, misalnya mengusir hama tikus. Dikisahkan bahwa pelafal doa berpuasa 24 jam, makan sahur dan buka tengah malam, lalu kidung Rumeksa ing Wengi ini dibaca sambil mengelilingi pematang sawah atau ladang. Alhasil, tikus benar-benar tidak datang ke sawah tersebut. Perhatikan, bukan tikus mati di mana-mana, melainkan sekadar tidak datang. Menurut Chodjim, doa memang bukan untuk merusak, tetapi menjaga harmoni alam. Disebutkan dengan tegas sebagai doa, bukan sihir atau mantra negatif – dan yang disebut doa secara sungguh-sungguh memiliki kesakralan dan kesucian.
Adapun hubungan fakta atas kidung Rumeksa ing Wengi dan reputasi Sunan Kalijaga sebagai pendakwah, agama Islam diperkenalkan Sunan Kalijaga tidak sebagai formalitas yang kaku. Dalam perbincangan bait-bait selanjutnya dari kidung tersebut yang terlalu panjang dikutip di sini, Chodjim menekankan betapa Sunan Kalijaga mementingkan terbangunnya keyakinan dalam beragama daripada hafalan atas doa-doa itu sendiri, dan karena orang Jawa abad XV tidak mudah mengucapkan apalagi memahami bahasa Arab, dalam memperkenalkan orang Jawa terhadap keindahan dan kebesaran beragama, Sunan Kalijaga mengacu alam pikiran Jawa masa itu.
Dalam disertasi yang ditulis seorang pemuda 29 tahun pada 1935, Manunggaling Kawula Gusti: Pantheisme dan Monisme dalam Sastra Suluk Jawa, disebutkan bahwa di antara para wali, ajaran Sunan Kalijaga adalah “yang paling orisinil.” Pemuda itu, P.J.Zoetmulder, yang kelak terkenal sebagai mahapakar Jawa Kuno, mengambil kesimpulannya antara lain setelah memeriksa Serat Wirid yang ditulis Ranggawarsita, yang berisi ajaran-ajaran para tokoh yang secara bersama disebut sebagai Walisanga, para pendakwah yang menyebarkan Islam di tanah Jawa pada abad XV.
Seperti apakah ujudnya orisinalitas itu, dan mengapa orisinalitas harus dianggap penting? Rupa-rupanya, dalam penyebaran agama Islam, kecenderungan Sunan Kalijaga untuk peduli kepada konteks lokal di tempat ia berdakwah sangat dimaknai sampai hari ini. Namun sebelum sampai ke sana, mungkin baik kita ikuti kembali “sastra lisan” tentang proses kewalian Sunan Kalijaga, yang jangan dicari kefaktaannya melainkan makna yang berada di balik kisah itu. Historiografi Jawa sulit dibaca seperti membaca buku sejarah modern -karena itu harus selalu diterima sebagai materi untuk ditafsirkan kembali. 

Episode brandal

Ada sebuah episode dalam kehidupan Sunan Kalijaga, yang boleh kita sebut sebagai episode Brandal Lokajaya. Memang, sebelum mendapat pencerahan dan disebut Sunan Kalijaga, disebutkan bahwa ia bernama Raden Syahid, putra Adipati Tuban, yakni Tumenggung Wilatikta yang juga disebut Aria Teja IV, seorang keturunan Ranggalawe. Dipandang secara politis, penyebutan Ranggalawe ini bukanlah hubungan, melainkan “penghubungan” dengan Majapahit, demi legitimasi kekuasaan Mataram kelak -seolah-olah Sunan Kalijaga menjadi penghubung dan sekaligus pengukuh kesinambungan Majapahit-Demak-Mataram.
Sebagai Raden Syahid, disebutkan betapa pemuda ini sudah sangat kritis terhadap kemiskinan di sekitarnya dalam kekuasaan Majapahit, sehingga ia bertindak sebagai “maling budiman”, yakni merampok orang kaya yang korup, dengan cara mencegatnya di dalam hutan dan hasilnya dibagikan kepada orang-orang miskin. Mohon dicatat juga terdapatnya versi lain, seperti yang dikutip Nacy K. Florida dari Babad Jaka Tingkir untuk disertasinya Menyurat yang Silam, Menggurat yang Menjelang (1995), bahwa Raden Syahid merampok bukan karena ia seorang maling budiman, melainkan karena betul-betul bejat. Dalam kedua versi, Raden Syahid bertemu batunya ketika mencegat seorang tua yang tidak diketahuinya adalah Sunan Bonang, seorang wali kutub tingkat pertama.
Seperti biasa, ia bermaksud membegal Sunan Bonang, terutama tongkatnya yang dalam pandangannya berlapis emas -tetapi ketika berhasil merebutnya, ternyata hanya terbuat dari kuningan, maka lantas dikembalikan. Sunan Bonang berkata jangan menganggap remeh yang tampaknya sederhana, dan ia perlihatkan betapa tongkat itu mampu mengubah buah aren menjadi emas. Dengan bernafsu, Raden Syahid memanjat untuk mengambil buah-buah emas itu, yang ternyata berubah menjadi buah hijau kembali – saat itulah Raden Syahid menyadari kerendahan derajat hidupnya. Ia lantas menyatakan ingin berguru kepada Sunan Bonang, bukan untuk bisa mengubah buah menjadi emas, melainkan untuk belajar “ilmu-ilmu”.
Sunan Bonang lantas menancapkan tongkatnya di tanah, dan meminta Raden Syahid tafakur di sana sambil menjaga tongkatnya itu, sebelum akhirnya berlalu untuk membantu Raden Patah membangun kerajaan Demak. Peristiwa itu berlangsung di tepi sungai, dan dari ketafakurannya selama bertahun-tahun di sana Raden Syahid mendapat nama sebutannya, Sunan Kalijaga. Alkisah selama tafakur Raden Syahid berhasil menghayati arti kehidupan, dan ketika Sunan Bonang kemudian menemuinya kembali (sangat terkenal ilustrasi tentang akar-akaran yang sudah meliputi seluruh tubuh Raden Syahid) segeralah ia diberi pelajaran, yang isinya bisa dirujuk dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga yang ditulis Iman Anom pada 1884, dan telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Balai Pustaka pada 1993. Dalam “suluk linglung” itu juga dikisahkan pertemuan Sunan Kalijaga dengan Nabi Khidir di tengah samudera ketika akan beribadah haji ke Mekah, yang sangat mirip dengan cerita wayang Dewaruci, bahwa untuk mendapatkan pencerahan seseorang cukup memasuki dirinya sendiri, yang dalam dirinya merupakan alam luas tak berbatas.
Kisah ini, dengan berbagai perbedaan versi yang tidak mengubah alur, sangat terkenal, dan merupakan “sejarah” paling pokok dari pembangunan karakter Sunan Kalijaga: yakni bahwa selalu ada segi-segi “kebadungan” dalam diri Sunan Kalijaga – justru sesuatu yang sangat penting dalam kelanjutan sejarah penyebaran Islam di Jawa, seperti terlihat dari perdebatannya dengan para wali lain untuk mempertahankan warisan tradisi Hindu-Buddha dalam kesenian sebagai sarana berdakwah, yang tentu tidak begitu saja bisa segera diterima oleh para sunan yang sangat teguh dalam syariat agama.
Dalam kompromi dengan para wali lain itulah, Sunan Kalijaga dengan kreatifnya mengubah boneka wayang kulit yang semula tiga dimensi menjadi pipih dua dimensi (supaya tidak seperti patung, yang di Saudi Arabia masa itu tentu identik dengan berhala), serta memanfaatkan segala sarana pertunjukannya seperti layar yang putih dan kosong, blencong, bayangbayang, posisi penonton di depan atau di belakang layar, dan wayang kulit itu sendiri untuk berfilsafat dan berdakwah, menyampaikan ajaran agama Islam dengan cara yang dipahami dan disukai oleh masyarakat Jawa. Bukankah pertanyaan sederhana seperti, “Kalau wayang digerakkan oleh dalang lantas siapa yang menggerakkan dalang?”, akan sangat mudah mengundang renungan atas kekuasaan Tuhan? Orisinalitas dalam pemikiran Sunan Kalijaga untuk mempertahankan lokalitas jelas merupakan kontribusi penting bagi kemandirian identitas budaya Islam di Jawa, dulu maupun sekarang.

Saka Tatal & Jung Cina

Peristiwa penting lain dalam riwayat Sunan Kalijaga terlihat dari kasus saka tatal yang terkenal. Diriwayatkan bahwa para wali bergotong royong membangun Mesjid Demak, dan Sunan Kalijaga mendapat bagian mendirikan salah satu dari empat tiang utama Mesjid. Entah kenapa, Sunan Kalijaga sudah sangat terlambat ketika memulai pekerjaannya, sehingga dengan “kesaktian”-nya ia terpaksa menggantikan balok kayu besar itu dengan potongan-potongan balok kecil, yang disebut tatal – dan ternyata tiang yang tampaknya darurat itu mampu menyangga atap mesjid, sama kuat dengan tiang-tiang utama lain, meski sekarang tentunya sudah direnovasi. Dalam tradisi lisan Jawa, saka tatal itu adalah bukti kedigdayaan Sunan Kalijaga, tetapi bagi penelitian ilmiah, soalnya ternyata menjadi lain.
Dalam buku Qurtuby yang sudah disebutkan, tesis yang meneliti peranan Tionghoa dalam penyebaran Islam di Indonesia, disebutkan bahwa teknik perakitan yang digunakan Sunan Kalijaga untuk menyangga atap mesjid dengan himpunan tatal itu sama dengan cara penyambungan potongan kayu untuk tiang kapal jung Cina. Sehubungan dengan tujuan penelitiannya, timbul pertanyaan-pertanyaan seperti berikut: Apakah Sunan Kalijaga memintabantuan tukang-tukang asal Tiongkok, yang tentunya terdapat dalam masyarakat Tionghoa yang telah bermukim sepanjang Pantai Utara di Jawa; apakah Sunan Kalijaga, sebagai wali yang kreatif dan menghayati hadits “tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina”, telah mempelajari teknik itu dari orang-orang Tionghoa; dan yang paling rawan adalah, apakah Sunan Kalijaga sendiri adalah seorang keturunan Tionghoa?
Semua ini baru pertanyaan. Sejumlah buku sejarah yang kurang teliti, antara lain oleh seja-rawan kenamaan Slamet Muljana dalam Runtuhnya Kerajaan Hindu-Djawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara (1968), dengan yakin pernah menyebutkan nama lain Sunan Kalijaga sebagai Gan Si Cang. Sumber Muljana adalah buku M.O. Parlindungan berjudul Tuanku Rao (1964), dan sumber Parlindungan adalah Malay Annal (Catatan Tahunan Melayu) yang terdapat dalam penelitian pakar kenamaan Belanda, H.J. de Graaf dan Pigeaud, tetapi yang tidak satu sejarawan pun sebelumnya, dalam hal Sunan Kalijaga, berani memastikannya.
Kita tidak punya ruang untuk berkisah tentang Gan Si Cang yang “terhubungkan” dengan Sunan Kalijaga, sehingga menimbulkan kerancuan, tetapi bisa melihat apa pendapat Qurtuby sebagai peneliti mutakhir: “Mungkinkah cerita kesaktian Sunan Kalijaga di atas sebetulnya hanyalah narasi masyarakat tradisional atas keahlian teknologi perkapalan yang dimiliki sang sunan? Atau Gan Si Cang sebetulnya hanyalah “tokoh khayalan” yang sengaja diciptakan peng-gubah teks Malay Annals untuk menyamarkan figur Sunan Kalijaga?” Qurtuby berpendapat “agak susah” untuk mengidentifikasikan Gan Si Cang dengan Sunan Kalijaga, karena tradisi lokal tak secuilpun memunculkan kecinaan Sunan Kalijaga; namun kiranya pendapat Qurtuby berikut sangat menarik: “Kalaupun Gan Si Cang adalah ‘tokoh historis’, kemungkinan ia adalah nama lain bukan Sunan Kalijaga yang bisa saja pada waktu itu dimanfaatkan keahliannya oleh penguasa Demak untuk turut serta membangun mesjid.”
Sementara itu, dalam pemeriksaan Florida atas Babad Jaka Tingkir sebagai bagian disertasinya, kita akan menemukan ulasan menarik atas peranan tokoh Sunan Kalijaga, ketika pembangunan Mesjid Demak sampai kepada saat harus menentukan arah kiblat. Dalam babad ini terdapat adegan perdebatan para wali tentang arah kiblat. Nancy Florida, yang meneliti budaya Jawa selama 25 tahun sebelum sampai penulisan disertasi ini, menafsirkannya secara politis sebagai “penawaran”, bahkan kadang disebut juga “perlawanan” Muslim Jawa terhadap hegemoni “Islam pusat” di Mekah masalahnya, bukankah tidak mungkin menghadapkan arah kiblat tidak ke Ka’bah? Disebutkan, Sunan Kalijaga diberi tugas menangani masalah ini, agar kiblat tetap seperti seharusnya, tanpa memberi posisi Muslim Jawa “tunduk” kepada suatu kekuasaan duniawi di manapun, meski tetap tunduk menyerahkan diri kepada Tuhan, karena Islam memang berarti penyerahan diri.
Maka Sunan Kalijaga mengambil langkah berikut, seperti dibahasakan oleh Florida sendiri dalam menganalisis Babad Jaka Tingkir. “Sunan Kalijaga merampungkan proses lokalisasi ini. Berkat penanganan ajaibnya, sang Mesjid akhirnya menurut bersepakat dengan Ka’bah Mekah, dan pada saat yang sama Ka’bah pun menurut bersepakat dengan Mesjid Demak. Tindakan Kalijaga adalah suatu hal yang radikal:
Tangan kanan memegang Ka’bah Allah /Tangan kiri memegang /Balok puncak Mesjid itu /Ditariklah keduanya / Telah terulur diadu terantuk / Atap Ka’bah dan balok puncak Mesjid / Dinyatakan sewujud / Sempurna segaris tiada melenceng.
“Dengan tindakan berganda ini, keduanya dinyatakan dan dibuktikan sebagai keberadaan atau substansi yang satu. Kenyataan satu-yang-adalah-dua itu yang menyatakan pemapanan kiblat diwujudkan dengan kesegarisan dalam keterhubungan antara struktur Demak dan Mekah yang di dalamnya struktur Mekah (meskipun jelas lebih tua) tidaklah memiliki dominasi yang mutlak. Kesepakatan diraih berkat penanganan sang wali merdeka Kalijaga menghasilkan perwujudan Mesjid Demak sebagai pusat – salah satu pusat di dalam dunia Islam yang tidak mengakui kekuasaan duniawi mana pun sebagai mutlak. Tindakan berganda yang membuka peluang untuk penyebaran berbagai-bagai pusat ini justru berhasil, karena tindakan ini merupakan perlawanan terhadap “keterpinggiran” mereka yang memang ada di pinggir.”
Tentu saja kita tidak bisa mengandaikan bahwa Sunan Kalijaga dalam babad tersebut adalah Sunan Kalijaga historis, yang dari darah dan daging, tetapi bukankah justru tugas penelitian sejarah tidak sekadar memisahkan antara yang mitos dan fakta, melainkan juga menafsirkan mitos demi pemahaman sejarah secara menyeluruh? Setidaknya kita mendapatkan informasi dari babad tersebut, bagaimana masyarakat Jawa memandang Sunan Kalijaga: kreatif dan merdeka.
Lir-ilir, lir-ilir

Makam Sunan Kalijaga kini berada di dalam “rumah” kokoh dengan ukiran Jepara terbaik di pintu, jendela, maupun tiang-tiangnya. Bisa dibayangkan betapa masa lalu, ketika Sunan Kalijaga bermukim dan mengajar di sana, tempat itu tentu jauh lebih sunyi daripada sekarang. Tanpa listrik tentu, dan tanpa suara bising dari jalan raya antarkota. Namun meski dahulu kala Kadilangu adalah desa yang sunyi, bisa dibayangkan terdapatnya keceriaan yang melingkupinya, berkat wibawa dan kegairahan seorang wali pecinta kesenian, yang selalu siap dan terbuka terhadap perubahan. Sehingga, meski antara pemakaman yang wingit dan pasar cinderamata di luarnya tampak seolah-olah tidak cocok, jika masyarakat di sekitarnya tidak keberatan, maka Sunan Kalijaga pun kiranya bisa dibayangkan tidak akan terlalu keberatan.
Catatan ini ingin menekankan, bahwa “ziarah pustaka” bisa membuat pemikiran kita jadi produktif, sebagai alternatif “ziarah kuburan” yang sebenarnya, meski “penghayatan lingkungan” bukannya tidak penting – tanpa kita harus jadi sejarawan professional. Maka kita tutup ziarah ini dengan sebuah lagu dolanan gubahan Sunan Kalijaga, yang bukan hanya ceria tapi juga penuh makna, karena sebenarnya membawa sebuah pesan keagamaan yang serius:

Lir-ilir, lir-ilir, tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo, dak sengguh penganten anyar
Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekna kanggo masuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro, kumitir bedhah ing pinggir
Domono jlumatono kanggo seba mengko sore
Mumpung jembar kalangane, mumpung padhang rembulane
Ya surak-a surak horeeee!

 

Sumber: INTISARI, Okteber 2005

About these ads

73 Tanggapan

  1. sangat bermanfaat, terima kasih.

  2. Sungguh suatu perenungan tersendiri untuk kemaslahatan umat

  3. Zai_haji@yahoo.com
    tentang Sunan Kali sejarah membuktikan bahwa Belio memang ada dan sampaisekarang pun Peninggalan Filusupinnya masih dipakai orang orang jawa dimanapun dia berada dan masalah tatal pun sebenarnya disaat sekarang udah banyak dipakai pada kalangan industri kayu lapis dan memang mempunyai kekuatan yang bagus DAN SAYA MOHON DENGAN SANGAT BILA ADA YANG MEMPUNYAI BUKU BUKU KARANGAN ATAU KITAB KITAB SUNAN KALI MONON DENGAN SANGAT SAYA PINGIN MEMPERDALAM FILOSOPINYA YANG ORANG JAWA YANG TINNGAL DI KALIMANTAN DAN KEBETULAN DI SINI BANYAK SEKALI ORANG JAWA SEJAK JAMAN BELANDA DULU SUDAH 5 KETURUNAN . SAYA PINGIN MENULARKAN FILUSUPI SUNAN KALI KEPADA MEREDA . ATAU bi;la ada orang yang mempunyai intisari ajaran sunan kali mohon hubungi kami Zai_haji@yahoo.com

  4. turunan ronggolawe?ronggolawe ane kenal,keturunan ambon
    yang masuk islam lantaran pingin jatah beras

    • sampean masuk kristen pingin jatah apa?

    • Allahu akbar,

      Salam semuanya, ….. “sungguh ilmu allah maha tinggi & luas, tak terukur dan terbangankan pun tidak. Sungguh manusia tak berarti berbuat dosa setiap hari”. Sendainya Habib mampu berkata tanpa bersuara melihat tanpa batas .. tolong temui saya, sampaikan hasrat hati tunaikan niat tuntaskan perkara”.

      Kapan pun, dimana pun!!

      Wassalam,
      Hadison

  5. sunan kali jaga,kalo jaman sekarang sejenis PEMULUNG
    yang nungguin rejeki liwat dikali

    • untuk habib ali hadun , sampean dapat gelar habib dari mana,ucapan sampean kaya habib tukang mendem kalau habib itu keturunan rosul lha kalau sampean habibnya artinya “Haram bingung bae” jadi sampean itu orang haram dan linglung.

    • Ras Arab unsur yang mendominasi adalah unsur ….karena kondisi geografisnya padang pasri…epistemologi Ilmunya berbasis dari wirid untuk mengakses sasmitha dari langit…(angin)…sungguh tinggi membumbung di langit,,cuma ya itu tidak membumi dan tdk mengalir sepertti epistemologi Nusantara (jawa). itu lah kenapa kanjeng sunan kalijogo memilih metode penyebaran dengan cara yang unik tapi membumi,…hasilnya? ya lebih masif dan damai.
      Arab juga terkenal dengan sifat kikir, pelit, serakah, dan membikin pembedaan/diskriminasi…ada yg khos/ tdk khos dll, ras arab dan bukan arab, hebat sekali. apakah Gusti Alloh juag membikin kelas2 dlm manusia?….

    • itu habib ali hidun bangsat itu melecehkan……

      • ko komentarnya kaya orang yang tau semuanya dengan pasti. siapa sih yang kenal sama AA Kalijaga???kan kita ga pernah ketemu dengan beliau…kalo cuma tau lewat artikel, tesis, dst..menurut aku ga perlu ngotot2anlah…ga disadari, kita keluar keringat untuk menjelek2an tapi musuh Islam ketawa sambil menenggak ciu…hehehehe/……

    • astagfirrullah…..ni org gila to emg udah sekarat…..semoga allah swt medengar doa tmn2 semua yg cinta rosul n waliallah.semoga habbib cepet tobat…jgn2 tobatnya tobat mati hehehehehe…., semoga ja cepet tobat dech……

    • Pemulung ato saudagar jualan emas itu sama saja,sama2 nyembah gusti alloh kang maha wasesa yg manunggal dzat’y…
      Tak ada yg istimewa,yg merasa istimewa karena rasa itu nafsu…
      Orang yg merasa baik ato lbh baik jasad fisiknya saat anda dibungkus kafan dan ditaruh dilubang tanah liat trus ditinggal dibiarkan dan dikerumuti segala serangga tanah dan membusuk apa anda tau rasanya??
      Karena rasa itu hanya hadir saat kita msh melihat tumpukan emas ato tumpukan sampah pulungan…saat semua hilang apa kita msh merasakannya…
      Hanya alloh yg tau..
      Tp ibarat orang bekerja dan akan mendapatkan gaji…sebelum mendapatkan gaji kita sudah tau besaran jumlahnya dan yg tidak kita tau habisnya untuk apa saja meski kita sudah merencanakannya…^^ saya ingin belajar dr anda semua yg berilmu dg hidup

    • seorang habib tdk akn ,mnuliskn nma habib pda awwalan nmax,,,,,,mngkin ini habib yg cma pingin pamerin n ngjual nma habibx
      gyamu cok,,,,,,,,,habib sprti km g bisa dihormati sbb kehormatan tu tercermin dari ahlak bukn dari nasabmu cok!!!!!!

  6. Subhanallah … terima kasih artikel yang bagus sekali dan bisa menambah wawasan kita… thanks buat penulis dan ditunggu tulisan-tulisan yang lain ….

    buat habib ali hadun kayanya anda periksakan diri ke rumah sakit jiwa dulu baru keluarkan pendapat… kalau beliau jaman sekarang jadi pemulung … dapat dipastikan anda pasti kotorannya atau sampah yang bisanya kasih pendapat tanpa adanya ilmu penunjang dan bukti … TONG KOSONG NYARING BUNYINYA ….

    • yang tong kosong itu pedangdut yang ngaku wali padahal pereman pengamen dan pemulung kali.dasar kejawen ras pesek hidung kortingan.gak bakalan masuk surga memangnya mo ngotorin surga sama orang jelek.didunia saja sudah dikurangin oleh tuhan.ditambah lagi malaikat kurang senang sama orng pendek,dekil,pesek.amit amit

  7. Demi Kemulian Para wali Allah khususnya Sunan Kali jaga aku tantang habib al hadun. Mau cara kasar ato halus. Tolong di jawab habib jika kamu lelaki sejati. !!!!!

    • tong,lo mau kasar gue tunggu dikalibata motor.soal duel itu gue punya hobby bayar gue mau asal bisa nabokin pemuja wali songong.terutama sunan penjaga/penunggu kali(setan kalee) kalo bukan pemulung.wali pedangdut yang jogetnye sama bencong ngamen.

      • betul itu katanya si habib ali hadun, maklum dia kan bencong yang suka kelayapan malem nyari mangsa, jadinya kebanyakan ngemot …. jadinya ngomongnya gak karuan

      • habib ali hadun, berape ongkosnya nyedot…. mumpung ada meriam yang perlu disedot, n ngomong2 udah lama ya jadi bencong, mangkal dimane….

  8. Habib,ga punya otak,pecundang loe

  9. Sunan Kalijaga gak usah diperdebatkan kesolihinannya, kalau sanggup, belajar dan praktek seperti beliau, gak pantes kita menakar beliau//salam

  10. kasian tu habib, kemasukan setan, pocong, wewe gombel, ilu2, banaspati, dan rupanya Anak LIar HArus DigUNduli semua rambutnya, biar kayak tuyul, nama habib rak pantes mbek koen, wedhus. Koen urip nang indonesia, opo koen dudu wong Indonesia, yen wong Indonesia apa dudu koen iku mangan, ngising nang Indonesia, wedhus koen iku.

  11. Wes jelas, wong kwi ki jan jane dudu wong muslim. Mung jenenge tok ae sing digawe gawe kanggo ngganggu gawe.. eee.. yo mugo mugo ae gelis diwales ben gelis tobate. Lak yo ngono to?! Yo wes, pamit disik, Assalamu’alaikum…

  12. Ada benarnya kata habib Ali Hadun (siapapun beliau)sebutan Kalijaga bersumber beliau pernah bertapa dipinggir sungai jw:kali) dalam waktu yg cukup lama,sehingga dijuluki Sunan Kalijaga. Padahal nama aslinya Raden Said,- Nah,sekarang orang2 dipinggiran kali Ciliwung jg dapat disebut Kalijaga,karena pekerjaan mereka menunggui sungai…Sama2 Kalijaga (menunggui sungai), tp beda maksud dan tujuannya.
    Raden Said itu orangnya santai, beliu murah senyum dan kadang humoris, nyleneh..terutama sama orang2 dekatnya.

    • Jangan sotoy nak… nama kalijaga diambil dari daerah di Cirebon tempat Raden Sahid pertama kali berdakwah setelah dapat restu dari gurunya dan itu sebelum diakui sebagai Sunan. Setelah lama menetap kmudian menjadi Sunan beliau bergelar Sunan Kalijaga. Banyak versi yg kita tdk tahu tentang beliau dan sy hanya memberikan versi dari daerah Cirebon karena itu jangan sotoy…dg menyamakan beliau dg org lain secara sempit.

  13. Sabar,,,,
    Keluarkan & ucapkan tutur kata yang baik,,
    yang bermanfaat,,,,karena dari tutur kata kita ,akan tercermin kebribadian dan kemuliyaan ahlaq kita .

    Sabar,,,oke,,,untuk Habib ali adun cepat minta maaf ,,,tiap orang punya penafsiran yang berbeda beda ,,atas tulisan anda ,,,salam

  14. Alhamdulillah, artikel ini sangat bermanfa’at. Kami yg berada di negeri seberang saat ini (Lebanon). Berharap ajaran Islam di Indonesia terus di kembangkan dan di amalkan serta ikhlas pengamalannya.

  15. Sangat bermanfaat. Saya baru menyadari makna tembang Lir- ilir begitu dalam.

  16. mari kita sama sama .ngilo gitok,gewe itu
    akan lebih baik dari pada saling brmusuhan

  17. Assalamualaikum kpada Habib…..tolong jga ucapan anda……dan bila anda non muslim coba anda rasakan lihat makam atau jenazah orng tua anda saat ini……apakah ada keganjilan…

  18. orang yang mendalami syariat mengatakan bahwa marifat itu gila dan orang yang mendalami marifat mengatakan bahwa syariat dangkal ilmu gk tw apa2, tapi orang yg mendalami keduanya berkata hidup terjadi karna adanya perpaduan satu dgn yg lain nya tuk itu selama ilmu masih umum janganlah di banggakan sebelum menjadi pribadi karna orang yg brdosa takan pernah menjadi setan dan orang yg baik takkan pernah menjadi malaikat, oleh karna itu sebelum menyalakan orang laen trlbh dululah menyalakan diri sendiri, jika merasa benar tentunya mereka pun sama dan jika kita pernah salah begitu pun mereka, aku anda mereka tiada beda adalah satu kesatuan juga dari segala yg ada, manusia yg berilmu tinggi dapat menerima semuanya baik atau pun buruk karna semuanya punya alasan dan arti tersendiri, kenalilah tuhan dari diri kita sendiri dan kenalilah sesama dari keduanya karna manusia rahasia tuhan dan tuhan rahasia manusia
    TERIMAKASIH

  19. sunan kalijaga adalah salah satu idola saya

  20. pewaris para nabi……selalu dalam hati ku….

  21. nama habib ali itu hanyalah nama saja.klo seorang habib/sayyid keturunan rasulullah tidak mungkin seclupar gt.yo paling di ksih sndri embel2 habib.biar di pandang orang orang mulia.tp klo habib yg ali itu saya kira habib bejat yg udah tak takut sm sx azab Allah.seorang wali kita wajib tawadzuk.krna waliullah itu org yg sngt dekat sama Allah.utk habib ali mintalah maaf atas ucapanya yg kotor itu.mudah2han Allah mengampuni sgla perbuatan/ucapan yg memalukan dirinya sendiri.

  22. Sy pecinta zuriat rosul dan waliullah…gak usak pake nick nama habib kalau hanya utk bikin onar..kualat baru nyahoo…

  23. wahai kaum penyembah pedangdut pinggir kali.insyaflah hanya orang yahudi dan arab saja pilihan tuhan yang wajib dimuliakan.jangan syirik mengada ada.

    • heeeheee itu kan menurut ente bung….
      kurburan kita kan beda2…
      mo nyembah siapa ke’ bukan ursan ente boss…
      lakum dinukum walyadin…..

    • innalillahi…. maaf tuan habib ali hadun, nada bicara tuan ni memang memecah belah umat, ” hanya orang YAHUDI dan ARAB saja pilihan tuhan yang wajib dimuliakan” tuhan siapa ni tuan…?!!!! dr mana dalilnya tuan… ha dihi uamah tuan, kita ni umat. jd siapa saja yg merasa umat itu wjb dimuliakan,sprt itulah ajaran Rasulullah SAW,bi idznillah. Astghfirullah3x, istghfar tuan or mungkin memang tuan ni setan yg ber wujud habib ali hadun.

    • Tau dri manah llu org yahudi dimuliakan ?
      emang adda apah hadist nye ?

    • ngaku habib tapi kelakuan kyk yahUDi…………

  24. hmmm merenung

  25. assalamualaikum WR WB

    Hidup memang ada yg baikdan ada yg jelek wataknya,,Allah menciptakan sifat manusia berbeda satu dan yang lain. Untuk itu Allah menurunkan Kitab suci untuk sebagai pedoman hidup manusia mana yang haq dan mana yang bathil.Islam adalah agama yang paling indah dalam menjalani kehidupan ini,, sebagaimana juga sebuah kitab yang diciptakan oleh Sunan Kali Jaga yaitu kitab Salsafilah. Dimana kitab tersebut mengajarkan sareat,hakikat,torikat dan makrifat, dengan berdasarkan hadist dan alquran yang telah disepakati oleh seluruh ulama diindonesia. Untuk itu marilah kita belajar memahami tentang hidup..kenapa kita bisa dilahirkan? kenapa harus ada alam semesta, kenapa harus ada surga dan neraka? Kalo kita bisa memahami dari mana asal kita insyallah kita akan lebih dekat dengan Allah SWT. Wahai saudaraku semua ….marilah kita bersatu untuk memerangi kezoliman,,setan adalah musuh kita,,maka selalulah kita membaca ayat-ayat suci alquran.mudah2an kita semua yang hidup didunia ini akan mendapat rohmat dan nikmat dan marilah kita doakan buat soudara kita sahabta kita kushusnya buat yang masih belum terbuka pintu hatinya kita doakan bersama sama , Amin ya robbal alamin.

    • maaf sebelumnya saya sebagai orang awam hanya ingin mengingatkan..bahwa semua yang hidup akan mati,tak meninggalkan apa2,Allah tdk menciptakan mahluknya tdk lain dan tdk bukan hanya untuk kembali kpadanya..kodrat manusia adalah manusia,kewajiban kita taqwa dan mengislamkan semua mahluk,bukan memusuhi tapi menyadarkan..tugas kita membawa kabar gembira,membawa keselamatan..kita semua adalah sama “MANUSIA”..bagaimana kita bisa cinta ALLAH jikalau kita tdk dapat mencintai semua ciptaannya..bagaimana kita bisa ke surga apabila kita egois..surgakanlah semua..mohon maaf,saya hanya berpendapat..kebenaran hanya milik ALLAh..tolong sebarkanlah Islam dengan penuh cinta dan kasih sayang..

  26. luar biasa ini karyanya

    • Habib itu sebutan mulia untuk seorang muslim, untuk itu saya bingung ada habib yang bicaranya kasar dan nantang berantem, apa ini akhlak yang diajarkan oleh Rasullulloh SAW, saya rasa bukan mungkin saja habib ini orang arab yang keturunan Abu Jahal Atau Abu Lahab, setau saya orang Islam yang paling baik adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan yang pa ling tinggi derajatnya disisi Allhoh hanyalah orang yang bertakwa !

  27. HABIB ALI HADUN….kami berdo’a untuk kesembuhan anda……sepertinya anda sdh sakit kronis..yg begitu parah.kami perlu tahu juga riwayat hidup anda agar .kami tahu apakah anda pernah sekolah /tidak.(soalnya bahasanya kasar )..trus makanan yg anda makan apakah juga sama dg makanan yg kami makan( jangan 2 anda adalah sebangsa jin yg makanannya adalah KOTORAN ).sy sangsi bahwa anda adalah manusia…..

    • ARTIKEL DIBALAS ARTIKEL BUKAN SALING MERENDAHKAN DAN MELECEHKAN,STIAP Y BERBICARA DNGN NAFSU IA TELAH KALAH DNG DIRINYA SENDIRI

  28. Ajaran wali it benar, kenapa harus d bnci, beliu hny meneruskn prjuangan Rosul S.A.W. , Rosul memang orang yg pling d muliayakn. Tp bkn brti qta mbnci pra Wali, mnganggap ajarny it adlh bid’ah,murtat, jka kmu ad yg tdak prcaya dngn para wali tak apa-apa, tp jngn mremehkn/ mbnci, it tdak baik, lbh baik diam.

  29. Assalamalaikum.

    Buat sdr2 q jangan terpancing dengan tingkah2 org2 yg ingin menghancurkan Islam, ingat Islam itu hancur karena org2 islam sendiri yg munafik Dan Gampang teeprovokasi, jadi Mari kita bersama2 menjaga Islam kita2 merapatkan tali perdaudaraan.

    But Ali hadun. Ga Ada habib kerurunann rosul, jangan anggap karena anda keturunan ras berhidung mancung anda itu hebat… Ingat hanya beberapa saja nabi yg keturunan Arab. Dan itu pun kenapa nabi diturnukn ditnah Arab itu jelas karena bangsa Arab adalah bangsa yang jahil ketika itu… Jadi diturunkannya babi adalah untuk merubahnya Dan akhirnya tidak adabperbedaan manusia krn semua Sama. Jadi buat Ali… Yajg membedakan itu adalah iman.. Dan Ini keslahan buat masyarkat kita juga dimana selalu bertingkah syirik.. Dan terlalu berlebihan ketika Ada seorang habib… Itu Ga perlu karena mereia manusia dama dengan kita tp kita wajib menghormatitkarena ilmunya Dan mempelajari serta mengmalkannya.. Dan ingat habib bukan sayyid Dan bukan keturunan rosulullah… Saw. Dan banyak habib palsu..jadi kita harus smart…untuu memilih…

  30. Maaf Ada kata babi itu salah ketik maksudnya NABI. assalamaulaikum wr wb.

  31. habib….,aku kasian sm km.mgk uda terkikis keimanan mu…
    untuk yg km maksud psti masuk surga org yahudi dan arab…????
    org yahudi yg bgmn…???dan org arab yg bgmn..???adakah dlm Alqur’an kalimat tsb???apa km tau mgp islam prtma kalinya diturunkan di arab???krn arab adlh pusat kerusakan terparah di dunia…,aku rasa itu benar melihat km spt ini.

  32. untuk habib ali hadun…anda layak dpt kerak nerakanya Allah swt… hai iblis laknatullah alaikum..hentikan ocehanmu. krn jelas anda bukan dr orang Islam.

  33. efek dari kidung rumekso ing wengi memang hebat sampai2 jin arab kebakaran jenggot, udah gak usah di kalibata motor, sbntr lagi aja klo “panjenengan ” ketemu akhirat ceritakan ke kita2 ya

  34. semua di gerakkan dan atas kehendaknya. kita hanya bisa bersandar kpadanya. jangan terpancing oleh hawa nafsu. tinggalkanlah dirimu dekatkan pada sang pencipta semesta alam. syaithon adalah musuh yang nyata. slamat brjuang. WSALAM.

  35. Habib gendeng iku jenenge.

    Ajining diri gumantung ing lati.

    Sabar poro konco jawi.
    Sabar iku ingaran mustikaning laku, jumbuh karo unine bebasan. Sabar iku kuncine swargo, ateges amergoning kamulyan.

  36. alhamdulillah..artikel yang bagus sekali….ingin rasanya bisa kenal dengan sang penulis..salam :)

  37. TERUS SIAPA KELUARGA ROSULLULLOH? PENTINGKAH KITA MEMBACA KEBERADAAN SUNNAN INI, LEBIH UTAMA MANAKAH KELUARGA ROSULLULLOH DENGAN SUNAN, APAKAH SUNNAN MENYAMPAIKAN ,BAHWA KELUARGA ROSULLULLOH DIBANTAI SESAMA ISLAM.

  38. To habib ali hadun
    Kalow anda pemuja siapa??

  39. Habib ali hadun
    ha: hati
    bi: binatang
    b: babi kali ya?

    .

    • m`f ya, tlg jgn disingkat habib dgn singkatan yg kurang pantas aplgi kotor klau anda sndiri beragama islam..itupun klau anda merasa umat dr Nabi Muhammad SAW

  40. H,haram.
    A,anjing.
    B,bajingan.
    I,iblis.
    B,belis gundul.

    • m`f ya, klau ada muslim islam bkn bgtu mmbri singkatan HABIB aplgi klau anda bkn Muslim krn tdk pantas dgn kata2 kotor yg ditulis,islam tdk mngjarkan untk menghina kpd siapa saja,,umat Nabi Muhammad sllu mnjga hal2 yg baik untk tjuan dunia akhirat.

  41. Assalamualaikum… walah-walah teman2 kok ke Provokasi oleh orang yg menyebutnya habib, dia itu bukan muslim (tunduk pda aturan Alloh) dia “Snock Horgrounye” di blog ini dia memakai politik devide et impera (politik pecah belah). yang penting admin nya yg bijak, jangan sampai hanya untuk “meraimaikan” blog ini comment2 seperti habib ini anda muat. Sdr IVAN tanda mencintai nabi kita adalah mencintai pengikut2nya, tanda mencintai pengikutnya yg setia dengan membicarakannya. orang Islam yg membantai klg nabi, pada saat membantai dia keluar dari Islam.. wallahua’lam

  42. Sesungguhnya Allah mengetahui apa-apa yang kalian tidak ketahui
    maka dari itu ketahuilah diri kalian sendiri terlebih dahulu
    dan jaganing lisan sadurungi pangucap

  43. Jangan susah mencari bilah
    bilah ada di dalam tubuh
    tidak susah mencari allah
    allah ada di dalam tubuh
    ……..SEBELUM LANGIT DAN BUMI DI CIPTAKAN ADALAH NURULLAH ATAU NUR NABI MU IALAH ZAT ALLAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 339 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: