Telah Terbit : Panji Tengkorak; Kebudayaan dalam Perbincangan

Kajian komik Indonesia sepanjang sejarahnya terlalu sedikit, maka sebuah kajian yang mendalam layak dilakukan. Kajian ini membandingkan buku komik Panji Tengkorak yang digubah oleh Hans Jaladara sampai tiga kali, yakni tahun 1968, 1985, dan 1996, yang sebagai kesatuan disebut Tiga Panji Tengkorak.
Maksud dan tujuan kajian atas Tiga Panji Tengkorak adalah mencari tahu dan mengungkapkan bagaimana kebudayaan berlangsung.

Dalam kajian ini dapat diikuti sejumlah perbincangan, mulai dari politik identitas sampai bias gender, sehingga terbongkar bahwa ideologi yang tersandang dalam gambar realisme dan gambar kartun adalah konstruksi realitas. Tarik menarik antara objektivitas dan subjektivitas menjadi pergulatan antarwacana yang memberlangsungkan kebudayaan; yang memang akan selalu terhadirkan sebagai metakebudayaan, yakni kebudayan tentang kebudayaan , karena kebudayaan terhadirkan dalam proses perbincangan.

Ini berarti manusia yang berada di dalam kebudayaan, dalam hubungan dibentuk/membentuk kebudayaan, hanya akan melihat kebudayan sebagai suatu jejak. Tiga Panji Tengkorak adalah jejak-jejak kebudayaan yang dalam pembongkaran telah memperlihatkan berlansungnya kebudayaan.

Judul : Panji Tengkorak, Kebudayaan dalam Perbincangan

Terbit : 19 Agustus 2011

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Jakarta

(www.penerbitkpg.com)

RALAT pada cetakan pertama:

(1) Di bawah ini adalah bagan yang benar pada halaman  232

(2) Pada halaman 251 paragraf 2 baris 2¬† dari bawah, yang tertulis “rasistis” seharusnya “rasis” – Dengan ini¬† kesalahan cetak dibetulkan.

Iklan