[Catatan dari SGA] RIP Bapak Bakdi Soemanto

Kawan-kawan,

Berikut ini adalah cerpen penulis favorit saya Bakdi Soemanto, yang meninggal tanggal 11 Oktober 2014 di Yogyakarta — seperti firasat, saya membaca kembali “Bardas” sekitar bulan Juli, dan baru menyadari bahwa terdapat kalimat yang hilang. Saya meminta Drajad Harjoko menanyakan kalimat yang hilang tersebut pada bulan Agustus. Drajad menggarap produksi buku antologi esai, puisi, dan cerpen berjudul PESTA TULISAN, yang menyertakan “Bardas“, yang ditulis khusus atas permintaan saya sebagai editor buku tersebut pada 1976. Buku itu baru terbit 1977 karena kekurangan beaya. Ilustrasi dibuat oleh Ipong Wiryah, yang kelak lebih dikenal sebagai Ipong Purnamasidhi.

.

Sebetulnya saya sudah lama sekali tidak memiliki buku tersebut. Seseorang memperlihatkan aslinya dalam sebuah diskusi di Solo, mungkin tentang Kho Ping Hoo, dan saya meminta fotokopinya–yang kemudian dititipkan untuk saya melalui seseorang dalam diskusi tentang cerita silat di Borobudur. Tertulis dalam buku itu: Persembahan untuk SGA — Bandung Mawardi. Jadi cerpen ini bisa terbaca sekarang atas jasa orang yang peduli buku tua. Terimakasih Mas Bandung!
Salam,
SGA

Bardas
Bakdi Soemanto
© 1977 by BAKDI SOEMANTO / PABRIK TULISAN

bardas page 1

bardas page 2

bardas page 3

bardas page 4

*) Cerita pendek ini dimuat eksklusif dalam buku Pesta Tulisan (Yogyakarta: Pabrik Tulisan, 1977), hal. 65-68. Koreksi atas kata-kata yang hilang dilakukan penulisnya atas permintaan penerbit pada 4 Agustus 2014, sekitar dua bulan sebelum meninggal dunia pada 11 Oktober 2014 di Yogyakarta.

Mengenang Mas Bakdi.

Barangkali pertemuan itu bukan apa-apa, kalau tidak beliau buru-buru pergi untuk selama-lamanya. Bagaimana tidak, sore itu Kamis 31 Juli 2014, aku berkunjung ke rumahnya di Jln. Podang no. 2 kawasan Kolombo, Yogyakarta. Kedatanganku membawa cerpen berjudul Bardas yang beliau tulis, dan telah berada di Pabrik Tulisan Yogyakarta sudah 34 bahkan 35 tahun lalu. Cerpen itu beliau sumbangkan untuk Pabrik Tulisan, yang akan dimuat dalam Pesta Tulisan terbitan Pabrik Tulisan.

Karena sudah terlalu lama tidak berkunjung kerumahnya, sempat nyasar karena alamat lupa. Akhirnya kucoba menelepon Mbak Lana, istrinya, dan sampailah di jln . Podang no. 2. Awalnya disambut seekor anjing putih yang cukup besar, setengah meter lebih mungkin tingginya (maaf, tapi mungkin sudah dua minggu belum dimandikan), tidak menggonggong, hanya mengendu-endus, tapi cukup membuat merinding.

Akhirnya aku duduk dan tidak lama kemudian beliau keluar mengenakan kain sarung, tidak ketinggalan ciri khasnya, topi, telah melekat dikepalanya. Basa-basi sebentar, menanyakan ini cucu keberapa dan kujawab cucu pertama dari empat cucu yang telah mewarnai keluargaku dan beliau sambil ketawa menimpali, “Wah hebat, kalau saya baru satu”.

Selanjutnya kusampaikan maksud kedatanganku, Kalau cerpen Bardas yang beliau tulis itu ada kalimat yang hilang dan jika memungkinkan untuk dapat dilengkapi. Akhirnya disepakati hari Sabtu 2 Agustus 2014 disuruh mengambil. Tapi hari itu belum kuambil, karena bingung. Aku harus menyerahkan uang Rp. 500.000, kwitansi untuk tanda terima ada, tapi mesin ketik tidak ada. Kalau ditulis tangan aku yang tidak sampai, juga tulisan apa yang harus kumasukkan dalam kwitansi itu, mengingat urusan ini sudah terlalu lama.

Akhirnya dengan bantuan teman dibuatkan kwitansi tanda terima, diketik komputer yang isinya “Telah terima uang dari Pabrik Tulisan Yogyakarta, sebagai jasa penulisan cerpen berjudul Bardas, itupun kuputuskan setelah beberapa kali mencoba menghubungi SGA tidak nyambung-nyambung.

Senin, 4 Agustus 2014 jam sebelasan meluncur ke Jln . Podang no. 2 dengan maksud mengambil revisi cerpen dan menyampaikan jasa penulisan yang telah kusiapkan.

Sesampainya dirumah beliau, dibukakan pintu oleh pembantunya dan dipersilahkan duduk diteras depan yang sejuk karena banyak tanaman dan memberikan kedamaian bagi orang yang berada di teras itu.

Tidak berapa lama beliau muncul, kali ini memakai celana panjang dan kaos putih tidak ketinggalan topi ciri khasnya, dengan menenteng amplop, yang kemudian kutahu isinya cerpen yang telah direvisi. Sambil duduk disampingku beliau berkata,” Katanya hari Sabtu, sudah saya tunggu lho, Dik”. Kucoba berbohong, “Maaf mas, saya keluar kota”.

Amplop disobek beliau, dikeluarkan cerpen yang telah direvisi. Kepadaku beliau menunjukkan hasil revisinya tertulis jika itu benar , sambil berkata “hanya ini kok Dik”, dan akupun mengeluarkan amplop yang telah kusiapkan untuk disampaikan. Setelah beliau tandatangan dua amplop yang berbeda isinyapun telah beralih tangan.

Karena sudah terlalu lama itu mungkin, kemudian kutahu ditengah amplop tertulis Mas Pithut, yang jelas bukan namaku tetapi kutahu yang dimaksudkan aku. Dan yang tidak kalah menariknya, disudut kiri atas dituliskan “Mengandung Rahasia”, tapi apa maksudnya tidak sempat kutanyakan, karena beliau mulai bercerita tentang cerpen Bardas, aku pun mendengarkan dengan sesekali tertawa.

Beliau mengatakan bahwa cerpen Bardas merupakan kisah nyata dari temannya, meskipun konyol tetapi teman itu baik, jujur dan enak diajak berbicara. Hampir semua peristiwa yang dialaminya diceritakan, seperti suatu ketika harus menghadiri resepsi, temennya itu harus mengenakan pakaian ini dan sepatu itu, yang itu semua bukan keinginannya, tetapi tidak bisa menolak kemauan istrinya.

Suatu saat saking konyolnya, teman itu datang dengan sepatu keds yang masih baru, tetapi teman itu datang dengan meringis dan terpincang-pincang. Usut punya usut ternyata sepatu yang masih baru itu di bawah telapak kakinya telah dilobangi dengan alasan biar tidak gampang sumuk (panas). Tetapi, melalui lubang itu sebatang puntung rokok telah masuk, jadilah teman itu terpincang-pincang. Disinilah beliau tertawa lepas dengan logat gaya khasnya mas Bakdi.

Baru kemudian beliau menanyakan ini sudah lama mau untuk apa, juga mengatakan kalau Pabrik Tulisan itu baik, mbok disampaikan dik Mira suruh nerusin, juga salam untuk  dik Mira.

Yogyakarta, 5 November 2014.

Citut Dradjad Hardjoko

Iklan

One thought on “[Catatan dari SGA] RIP Bapak Bakdi Soemanto”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s