[BUKU BARU SGA] TIADA OJEK DI PARIS

Penerbit : MIZAN PUBLISHING
Kategori : MEMOAR
No. ISBN : 978-979-433-846-9
Kertas / Halaman : Softcover / 212 halaman
Berat : 200 gram

cover acc tiada ojek asli

SINOPSIS

“Kota bukanlah hutan beton,
kota adalah kebun binatang manusia.”

Desmond Morris, The Human Zoo, 1969

Pernah membayangkan nggak, ada ojek ngetem di Menara Eiffel? Senandung seruling di tengah-tengah deru dan debu metropolitan? Begitulah Jakarta, di tengah-tengah pencakar langit dan kawasan elit Sudirman, terselip deretan tukang ojek yang setia mengantarkan Anda dengan jaminan layanan yang lebih cepat dan tepat dibandingkan mobil yang harus berjuang melintasi kemacetan. Hanya di Jakarta-lah kita bisa menemui eksekutif muda berdasi naik ojek karena takut telat meeting di gedung perkantoran pencakar langit.

Tiada Ojek di Paris, kumpulan esai-esai bernas Seno Gumira Ajidarma tentang masyarakat urban dan kota metropolitan. Tingkah polah manusia yang berubah seiring berubahnya persepsi tentang dimensi ruang dan waktu mereka akibat tuntutan kehidupan perkotaan yang serbacepat dan tak memberikan waktu untuk berhenti sejenak. Tentang orang-orang modern yang tertipu dan terkungkung oleh “kemodernannya”. Tiada Ojek di Paris akan membuat Anda mengernyit, tertawa dan akhirnya menanyakan makna menjadi manusia urban dan manusia modern.

Iklan

2 thoughts on “[BUKU BARU SGA] TIADA OJEK DI PARIS”

  1. Jagan terkecoh dengan covernya yang genit sekaligus absurd.
    Karena kata pak Seno, Absurditas adalah kenyataan itu sendiri.
    Buku ini akan menantang anda memasuki frame berpikir postmo yang menurut saya menggelitik sekali sekaligus menampar hebat bagi teman-teman yang didaulat sebagai spesies baru dalam ordo manusia, yakni homo jarketensis dan juga homo-homo lainya yang tinggal dikota “metropolutan”.
    Penggunaan analisis semiotika, logika oposisi biner dan juga konsep-konsep sastra lainya membuat tulisan ini benar-benar membawa pembaca kembali pada jati dirinya yang esensial yakni sebagai “manusia” untuk melihat sisi lain sebuah kota besar yang begitu cepat berganti, berubah bahkan berevolusi dalam ruang dan maknanya.
    Uniknya saya pribadi mendapatkan buku ini dengan tidak sengaja ketika orang terkasih memberikannya sebagai kado ulang tahun ke 26.
    Dan saya baru sadar bahwa selama saya hidup, inilah kado paling berguna sebagai jalan untuk belajar hidup sekaligus hidup belajar.
    Trimakasih atas buku yang begitu menampar ini..
    semoga Pak Seno akan selalu menulis karya-karya gemilangnya,,

    NB : Bagi yang tidak terbiasa membaca istilah-istilah populer dalam kosa kata humaniora, anda akan dibuat pusing dengan kalimat-kalimat beliau. namun sekalinya anda membaca saya jamin anda akan ketagihan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s