Sepotong Senja Untuk Pacarku

Sepotong Senja Untuk Pacarku

                            

Cetakan I, 2002
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Berkolaborasi dengan Eddy Suhardy sebagai penulis Bahasa Tempo Dulu dan Mansyur Mas’ud sebagai Pegrafis Cukilan Kayu.
Daftar Isi:
1. “Sepotong Senja untuk Pacarku”, harian Kompas, 9 Februari 1991. Dimuat kembali dalam Pelajaran Mengarang (Cerpen Pilihan Kompas 1993); Harris Effendi Thahar, Kiat Menulis Cerita Pendek (Bandung; Angkasa, 1999); dan Korrie Layun Rampan, Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia (Jakarta; Grasindo, 2000). Diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Michael H. Bodden sebagai A Slice of Sunset for My Sweetheart untuk pembacaan pada Fiction Reading, Departement of Writing, University of Victoria, Victoria B.C. 10 Oktober 2001.
2. “Jezebel”, harian Media Indonesia, 10 Oktober 1999.
3. “Ikan Paus Merah”, harian Kompas 28 November 1999.
4. “Kunang-Kunang Mandarin”, harian Republika, 27 Februari 2000.
5. “Rumah Panggung di Tepi Pantai”, harian Suara Pembaruan, 12 Maret 2000.
6. “Peselancar Agung”, harian Republika, 12 Mei 2000.
7. “Hujan, Senja, dan Cinta”, harian Kompas, 13 Agustus 2001.
8. “Senja Hitam Putih”, pertama kali terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Twilight in Black and White majalah Latitudes (Denpasar) Maret 2001, terjemahan John MacDougall.
9. “Mercusuar”, belum pernah dipublikasikan.
10. “Anak-Anak Senja”, mingguan Kawanku, No.36/XXX, 26 Februari – 4 Maret 2001
11. “Senja yang Terakhir”, belum pernah dipublikasikan.
12. “Jawaban Alina”, dipublikasikan pertama kali sebagai Alina’s Reply, terjemahan Michael H. Bodden; dalam pembacaan berbahasa Inggris untuk publik pada Fiction Reading, Departemen of Writing, University of Victoria, 10 Oktober 2001.
13. “Tukang Pos dalam Amplop”, belum pernah dipublikasikan.
—————————————————–

22 thoughts on “Sepotong Senja Untuk Pacarku”

    1. wah… kynya seru tuu..ch, krim2 dong k e-,ail gw….
      ya tu jg kl lo baik hti mo bgi e-booknya ma gw…
      sebelum & sesudahnya thnk’s

  1. Saya sudah berkali-kali membaca sepotong senja untuk pacarku… Lalu saya jatuh cinta pada senja dan beusaha menacai KOta di mana Pelangi tidak pernah pudar…

    Yang masih jadi pertanyaan kena Mas Seno suka sekali pada senja, setiap karyanya sepertinya nggak pernah jauh-jauh dari senja…

  2. “sepotong senja untuk pacarku” membawa ku pada dimensi lain yang menawarkan ruang-ruang indah untuk termenung, memahami, dan mengusik eksistensi tentang cinta…
    “sepotong senja untuk pacarku” juga menjadi jejak nisbi pada tapak perjalanan usang yang telah mengantar ku pada sebuah kenyataan, bahwa cinta Ku pada Mu seperti Matahari… Ia terbit di Timur Jakarta, dan tenggelam di Barat Jawa, sehingga sebuah senja yang oranye menggantung dihati hingga kini…170599…
    mas SGA hope GBU menyajikan cinta-cinta yang lain…

  3. Bang Seno, memang betul dengan membaca tulisan2ny, selalu membuat hati ini terdorong ingin ikut menulis, walaupun kemampuan masih prematur, tapi kedua, ketiga kali membaca tulisannya, seperti senja yang tidak pernah menjadi malam, hati tetap bergolak membuat narasi singkat yg kadang mandeg, tertunda, bahkan terlupakan. Cerpen yang paling mendalam adalah, SEPOTONG SENJA UNTUK PACARKU

  4. Saya mengenal tulisan anda ketika membaca cerpen sepotong senja untuk pacarku. Saat itu saya masih SMA dan sampai saat ini juga saya masih mengingatnya. Benar2 tulisan yang luar biasa. Sulit menemukan penulis seperti anda. Terima kasih anda meluangkan waktu untuk menulis sehingga saya bisa menikmatinya..

  5. Gara – gara cerpen ini seorang teman wanita kuliah GR berfikir kalo dia jadi kekasih.Emang siapa yang mau sama dia kalo ada Senjanya SGA.top!

  6. aku dijambi
    sangat menggilai karyamu
    apa lagi kakakku
    dia pernah bertemu denganmu di UNAN padang.
    kapan-kapan mainlah kejambi.
    ingat komunitas teater merangin alias merangin art.
    di kabupaten merangin jambi.
    makasih.
    oh iya,
    tolong kalau ada waktu shar sama aku di 085664322906

  7. aku dan istriku juga dipertemukan dari cerita-cerita Sukab dan Alina …… yah dari cerita senja juga.. maternuwun kang Seno…

  8. Om Seno, terima kasih atas karya-karyanya yang sangat menginspirasi!! sedikit banyak karya anda telah menginspirasi lukisan-lukisan saya… saya suka gaya surrealism anda… seperti saya suka gaya surrealism dalam karya saya!
    silahkan mampir ke on line galeri saya. Siapa tahu lain waktu anda menemukan lukisan yang pas untuk cover bku anda selanjutnya 🙂

    Terima kasih,

    🙂

  9. om seno, luar biasa sekali KUMCER ini.. saya baru baca dan sangat mengisnpirasi untuk saya menulis. Kota dimana senja tidak pernah memudar itu sangat menghipnotis dengan cerita senja-senja yang lainnya. terima kasih om..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.

%d blogger menyukai ini: