Linguae

Linguae

                                                                  

       

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama Maret 2007

Daftar Isi:     

1. “Cermin Maneka”, Kompas 8 Oktober 2000
2. “Cintaku Jauh Di Komodo”, Kompas 17 Agustus 2003
3. “Rembulan dalam Cappuccino”, Kompas 30 November 2003
4. “Tong Setan”, Koran Tempo 8 Februari 2004
5. “Badak Kencana”, Koran Tempo 30 Mei 2004
6. “Senja di Pulau Tanpa Nama”, Koran Tempo 7 Maret 2005
7. “Linguae”, dalam M. Firman Ichsan dkk, Yang tercinta / The Loved Ones (Jakarta: Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Budaya Visual Oktagon 2005), sebagai penafsiran foto karya Oscar Motuloh
8. “Joko Swiwi”, Koran Tempo 18 Juni 2006
9. “SimSalabim”, Koran tempo 27 Agustus 2006
10. “Sebatang Pohon di tengah Padang”, Koran Tempo 12 November 2006
11. “Gerobak”, Kompas 15 Oktober 2006
12. “Perahu Nelayan Melintas Cakrawala”, belum pernah di Publikasikan
13. “Kopi, dan Lain-Lain”, majalah Civitas, edisi 1/2007
14.  “Senja di Kaca Spion”, Harian suara Pembaruan Maret 2007
                        
                

Resensi :

 

 Linguae artinya lidah. Cerpen “Linguae” dalam kumcer berjudul sama karya Seno Gumira Ajidarma ini bercerita tentang makna lidah bagi manusia. Bagaimana nasib para pecinta jika organ tubuh yang satu ini hilang? Begitu banyak peran lidah yang tak dapat digantikan oleh organ lain seperti dengkul, misalnya. Cerpen ini berkisah, dalam sebuah percintaan, lidah memang menyatakan segalanya dengan lebih nyata daripada kata-kata dalam tatabahasa sempurna mana pun di dunia.Tiga belas cerpen lainnya mengungkapkan beraneka kisah. “Cintaku Jauh di Komodo” bercerita tentang cinta yang tak pernah hilang di antara dua manusia yang terus bereinkarnasi sepanjang masa. Bahkan, sampai salah satu dari mereka berubah wujud menjadi komodo! “Rembulan dalam Cappucino” mengisahkan seorang perempuan yang baru cerai dengan suaminya memesan capucinno dengan rembulan terapung di dalam cangkirnya. Silakan menerjemahkan dengan bebas metafora rembulan yang diungkap SGA dalam cerpen ini. Sementara, cerpen “Joko Swiwi” adalah cerpen yang sangat imanjinatif dalam buku ini. Dikisahkan, seorang anak lahir dengan sayap di tubuhnya. Ia menjadi pahlawan di kampungnya, namun pada akhirnya mesti terusir dari sana karena suatu pengkhianatan.Cerpen-cerpen lainnya ditulis dengan gaya bercerita SGA yang khas, unik, dan penuh imajinasi yang tak terduga.

Seno Gumira Ajidarma's works: Short stories, Novels, Plays, Poems, News and other Articles.